Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - PARIS. Nestlé dan Danone kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan investigasi media Prancis, Belgia, dan Swiss yang mempertanyakan kecepatan penarikan (recall) produk susu formula bayi yang diduga terkontaminasi.
Investigasi yang dilakukan Radio France, RTBF, dan RTS menyebut Nestlé diduga terlambat memberi tahu otoritas Eropa mengenai keberadaan cereulide, yaitu toksin yang dapat menyebabkan muntah dan diare serta berisiko tinggi bagi bayi.
Toksin tersebut ditemukan dalam bahan baku yang dipasok oleh perusahaan asal China, CABIO Biotech, dan digunakan oleh sejumlah produsen susu formula, termasuk Nestlé, Danone, dan Lactalis.
Baca Juga: Nikkei Jepang Jatuh ke Level Terendah 3 Pekan Rabu (20/5), Saham AI Dilepas Investor
Kontaminasi ini memicu penarikan produk di beberapa negara serta menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua.
Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Nestlé menyebut informasi dalam investigasi itu “tidak akurat dan menyesatkan”. Nestlé menegaskan bahwa pihaknya telah bertindak transparan dan bekerja sama dengan otoritas sejak awal.
Nestlé menjelaskan bahwa mereka mengikuti prosedur ketat yang mencakup penilaian risiko, penelusuran produk, dan identifikasi produk terdampak sebelum melakukan penarikan resmi di pasar.
Sementara itu, Danone menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan bayi adalah prioritas utama perusahaan. Danone juga menegaskan telah bekerja sama dengan otoritas dan mengambil langkah pencegahan sesuai perkembangan arahan, termasuk penarikan produk dan pemeriksaan kualitas tambahan.
Menurut laporan sebelumnya, Nestlé pertama kali mendeteksi kadar rendah cereulide pada sampel produk pada akhir November. Perusahaan kemudian menghentikan penggunaan semua campuran yang mengandung minyak asam arakidonat dari pemasok tersebut setelah kontaminasi dikonfirmasi pada 24 Desember.
Nestlé juga disebut memberi tahu pemasok pada 29 Desember dan melakukan analisis sampel hingga 3 Januari untuk menentukan cakupan masalah, sebelum melakukan penarikan produk secara publik mulai 5 Januari.
Radio France melaporkan bahwa sebanyak 838.000 kaleng susu formula ditahan di pabrik Nestlé di Prancis utara dan fasilitas produksi lainnya sejak 26 Desember. Namun, produk yang sudah beredar disebut masih berada di rantai distribusi atau telah sampai ke konsumen tanpa penarikan resmi atau pemberitahuan cepat kepada otoritas Eropa, meskipun aturan mewajibkan pelaporan segera jika ditemukan risiko kesehatan.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Iran Selatan, Getaran Terasa di Hormozgan
Media tersebut juga menyebut adanya penarikan “diam-diam” di Austria dan Jerman pada 24 Desember, sementara produk Danone ditarik dari peredaran pada Januari sebelum pengumuman resmi dilakukan.
Nestlé dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Di sisi hukum, jaksa di kota Bordeaux dan Angers telah menyatakan tidak ada hubungan antara kematian dua bayi dengan produk susu formula yang ditarik. Sementara itu, kematian bayi ketiga masih dalam penyelidikan. Kasus lain yang dibuka di Meaux dilaporkan telah dipindahkan ke Paris.













