kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Nestle Tarik Ribuan Susu Bayi di Eropa karena Risiko Toksin


Selasa, 06 Januari 2026 / 21:05 WIB
Nestle Tarik Ribuan Susu Bayi di Eropa karena Risiko Toksin
ILUSTRASI. Nestle (REUTERS/Denis Balibouse). Nestle mengumumkan penarikan beberapa batch produk susu bayi utama mereka, termasuk SMA, BEBA, dan NAN, di berbagai negara Eropa.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - LONDON. Nestle mengumumkan penarikan beberapa batch produk susu bayi utama mereka, termasuk SMA, BEBA, dan NAN, di berbagai negara Eropa akibat potensi kontaminasi toksin yang bisa menimbulkan mual dan muntah. 

Penarikan ini sebenarnya dimulai secara terbatas pada Desember 2025 dan menjadi tantangan baru bagi CEO Nestle yang baru, Philipp Navratil, yang tengah berusaha mendorong pertumbuhan perusahaan setelah periode manajemen yang penuh gejolak.

Juru bicara Nestle menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan penyakit atau gejala yang dikaitkan dengan produk yang ditarik. 

Baca Juga: Nestlé Tarik Produk Susu Formula Bayi karena Risiko Toksin Cereulide

“Setelah ditemukan masalah kualitas pada salah satu bahan dari pemasok utama, Nestle melakukan pengujian terhadap semua minyak asam arakidonat dan campuran minyak terkait yang digunakan dalam produksi susu bayi yang berpotensi terdampak,” ujar juru bicara tersebut.

Penarikan Terbesar dalam Sejarah Nestle

Menurut Kementerian Kesehatan Austria, penarikan ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Nestle, melibatkan lebih dari 800 produk dari lebih 10 pabrik perusahaan. 

Produk yang ditarik dijual di Austria, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Norwegia, Swiss, dan Inggris. Penarikan dilakukan karena kemungkinan adanya cereulide, toksin yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus.

Badan Standar Makanan Inggris memperingatkan, “Toksin ini tidak mungkin dinonaktifkan atau dihancurkan dengan memasak, menggunakan air mendidih, atau saat menyiapkan susu bayi. 

Baca Juga: Lindungi Peternak Lokal, China Berlakukan Tarif Impor Susu Uni Eropa

Jika dikonsumsi, dapat menimbulkan gejala cepat seperti mual, muntah, dan kram perut.” Sementara itu, otoritas keselamatan pangan Norwegia menyebutkan tidak ada risiko kesehatan akut dari produk ini.

Nestle telah merilis nomor batch produk yang tidak boleh dikonsumsi dan berupaya meminimalkan gangguan pasokan. Perusahaan juga mengidentifikasi risiko potensial di salah satu pabriknya di Belanda.

Nestle menguasai hampir seperempat pasar susu bayi global senilai $92,2 miliar, menurut SkyQuest Technology Group. 

Baca Juga: Balasan Tarif EV: China Kenakan Bea Masuk Hingga 42,7% ke Produk Susu Uni Eropa

Meskipun perusahaan tidak merilis data penjualan spesifik, divisi Nutrisi dan Ilmu Kesehatan yang mencakup produk susu bayi menyumbang 16,6% dari total penjualan Nestle sebesar 91,4 miliar franc Swiss (sekitar $115,35 miliar) pada 2024. 

Selanjutnya: Menkeu G7 Gelar Pertemuan Bahas Pasokan dan Harga Rare Earth

Menarik Dibaca: Kebiasaan Hemat di 2026 yang Membuat Keuangan Lebih Aman Tanpa Terlihat Pelit




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×