Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - CEO Nestlé Philipp Navratil menyampaikan permintaan maaf kepada para pelanggan perusahaan asal Swiss tersebut terkait penarikan (recall) produk susu formula bayi di hampir 50 negara.
“Sebagai langkah awal, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus atas kekhawatiran dan gangguan yang mungkin ditimbulkan bagi orang tua, pengasuh, dan pelanggan kami,” ujar Navratil dalam video resmi yang diterbitkan Perusahaan Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Di Balik Ancaman Trump, Ini Harta Karun Mineral Greenland yang Diperebutkan Dunia
Penarikan ini dilakukan setelah beberapa batch produk susu formula merek SMA, BEBA, dan NAN diduga terkontaminasi zat beracun cereulide, yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus, dan dapat menimbulkan mual serta muntah hebat.
Produk ini dijual di berbagai negara di Eropa, Turki, hingga Argentina.
Nestlé menegaskan bahwa keamanan pangan dan kesehatan bayi selalu menjadi prioritas utama perusahaan.
“Kami memahami kabar ini dapat menimbulkan kekhawatiran. Karena itu, kami berkomitmen memberikan informasi yang jelas, transparan, serta dukungan bagi para orang tua dan pengasuh selama proses ini,” tambah manajemen.
Hingga saat ini, belum ada laporan kasus sakit yang dikaitkan dengan produk yang ditarik tersebut.
Di Amerika Serikat (AS), tidak ada produk susu formula Nestlé yang terdampak penarikan.
Baca Juga: Korban Tewas Aksi Protes Iran Tembus 2.571 Orang, Trump Klaim Bantuan Sedang Datang
Produk yang Ditarik
Produk susu formula bayi merek SMA, BEBA, dan NAN menjadi fokus penarikan. Jenis dan batch produk yang ditarik berbeda-beda tergantung negara masing-masing.
Nestlé juga telah melakukan pemeriksaan terhadap bahan campuran minyak, termasuk arachidonic acid (ARA), yang digunakan dalam susu formula, serta mengaktifkan pemasok alternatif untuk memastikan keamanan produk ke depannya.
Baca Juga: Sembilan Bayi Meninggal, Rusia Tahan Dokter Kepala RS Bersalin di Siberia
Gejala yang Mungkin Timbul pada Bayi
Menurut Cleveland Clinic, paparan racun cereulide dapat menimbulkan beberapa gejala, antara lain:
- Nyeri dan kram perut
- Diare berair
- Mual
- Muntah
Nestlé menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi, memberikan informasi transparan, dan mendukung orang tua serta pengasuh selama proses penarikan produk ini.













