kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Ke bisnis keluarga usai rintis karier pribadi (2)


Kamis, 28 September 2017 / 12:24 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tri Adi

KONTAN.CO.ID - Malang-melintang di sejumlah sektor membuat Rubens Ometto Silveira Mello berhasil membawa Cosan Limited dari perusahaan yang kacau dalam hal pengelolaan bisnis menjadi konglomerasi besar di Brasil. Di tangan Rubens, Cosan bertransformasi lebih dari produsen gula dan menjelma menjadi konglomerasi dengan mengakuisisi sejumlah perusahaan yang telah eksis. Ia berambisi dapat menjadikan Cosan setara dengan Votorantim, tempat bekerjanya dulu.   

Menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan harta kekayaan mencapai US$ 1,3 miliar, Rubens Mello meraihnya dengan banyak pengorbanan. Ruben terpaksa meninggalkan kariernya yang sedang bersinar untuk mengelola bisnis keluarga, Cosan Limited, yang saat itu tengah tepuruk.

Masa kecil Rub­ens memang tidak jauh dari aktivitas pertanian. Ia hidup di perkebunan wilayah Piraci­caba, Brasil dan bergaul dengan anak-anak dari warga setempat. set­empat. Beranjak dewasa, Rubens harus menghadapi konflik di tengah keluarganya terkait Cosan yang dibangun oleh sang kakek.

Riak di kelu­arga besarnya terkait pengelolaan Cosan menjauhkan Rubens dari perusahaan keluarganya. Ia memilih hidup mandiri dan tidak bergantung dari bisnis keluarga dan mengenyam pendidikan di kota.

Rubens memutuskan pergi ke Sao Paulo untuk melanjutk­an pendidikan ke per­guruan tinggi. Kepergiannya untuk mengenyam ilmu produksi mekanik dari Sekolah Politeknik Universitas São Paulo tidak mendapat dukungan dari keluarga besarnya.

Pada awal kuliahnya, Rubens kerap mendapat perlakuan tidak baik dari sepupu-sepupunya. Meski dikucilkan dari keluarga namun ia tidak kecil hati dan bekerja lebih keras dari teman-teman sebayanya. Sembari kuliah, Rubens juga bekerja paruh waktu di Unibanco yakni sal­ah satu bank swasta terbesar di Brasil.

Tidak hanya sekedar belajar keuangan, Rubens pintar bersosialisasi dengan karyawan Unibanco. Ia dikenal supel berhubungan dengan petinggi bank tersebut dan membuka kesempatan Rubens untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan kemampuan berbisnis.




TERBARU

[X]
×