kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   -30.000   -1,12%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Kedutaan Besar AS Keluarkan Peringatan Kesehatan Imbas Krisis Air dan Listrik di Kuba


Sabtu, 05 September 2026 / 12:30 WIB
Kedutaan Besar AS Keluarkan Peringatan Kesehatan Imbas Krisis Air dan Listrik di Kuba
ILUSTRASI. Kedutaan Besar AS di Havana mengeluarkan peringatan kesehatan untuk Kuba pada Jumat (4/9/2026).(REUTERS/Norlys Perez)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - HAVANA. Kedutaan Besar AS di Havana mengeluarkan peringatan kesehatan untuk Kuba pada Jumat (4/9/2026), memperingatkan para pelancong dan penduduk mengenai lonjakan penyakit usus dan diare yang disebabkan oleh kegagalan pasokan air dan listrik, di saat pemerintahan Trump terus menahan pengiriman bahan bakar yang diperlukan untuk pembangkit listrik di pulau tersebut.

"Kedutaan Besar AS mencatat peningkatan signifikan dalam penyakit diare di seluruh Kuba, yang terkait dengan terus memburuknya infrastruktur air dan energi," demikian bunyi peringatan tersebut. 

"Penurunan kualitas infrastruktur ini berdampak pada pasokan air, serta penyimpanan makanan dan pengendalian suhu."

Peringatan AS ini muncul sembilan bulan setelah pemerintahan Trump memberlakukan blokade bahan bakar terhadap pulau yang dipimpin oleh pemerintahan komunis tersebut, yang berkontribusi pada lonjakan tajam pemadaman listrik serta menyulitkan upaya pendinginan dan sanitasi di rumah-rumah maupun tempat usaha.

Baca Juga: AS dan China Bersiap untuk Perundingan Keamanan AI pada Pertengahan September

Para ahli hak asasi manusia yang ditunjuk PBB menyebut blokade bahan bakar oleh Trump sebagai pelanggaran hukum internasional. Pada bulan Agustus, sebuah tim ahli PBB memperingatkan adanya peningkatan risiko wabah penyakit di pulau tersebut seiring dengan diperketatnya sanksi oleh AS.

"Konsekuensi kemanusiaan telah berkembang menjadi krisis besar, yang mengancam hak atas kesehatan, kehidupan, pangan, dan pembangunan," kata para ahli tersebut.

Pemerintahan Trump menyatakan bahwa sanksi diperlukan untuk memaksa perubahan pada pemerintahan pulau tersebut, sebuah tujuan yang telah diupayakan AS selama beberapa dekade sejak revolusi Fidel Castro pada tahun 1959. Trump menyebut Kuba sebagai ancaman keamanan nasional bagi Amerika Serikat.

Selama berbulan-bulan, penduduk di seluruh Kuba mengeluhkan maraknya penyakit yang menyebabkan diare, demam, dan nyeri tubuh selama beberapa hari, sehingga banyak orang terpaksa harus berbaring di tempat tidur.

Baca Juga: Trump Ingin Tekan Harga Daging Sapi, Izinkan Peternak Lindungi Ternak dari Serigala

Di tengah musim panas Karibia yang terik, tidur tanpa AC atau kipas angin sering kali menjadi hal yang mustahil, begitu pula dengan upaya mengawetkan makanan tanpa lemari pendingin. Pemadaman listrik yang berlangsung selama berhari-hari telah menjadi hal yang lumrah di tengah blokade bahan bakar oleh AS.

Peringatan kesehatan dari AS pada hari Jumat mengimbau para pelancong dan penduduk di Kuba untuk "berhati-hati terhadap... makanan yang mudah rusak yang mungkin tidak disimpan dengan baik," serta memperingatkan agar tidak mengonsumsi "makanan yang tampak... telah dibiarkan pada suhu ruangan... dalam waktu lama."


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×