kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   31.000   1,17%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Trump Ingin Tekan Harga Daging Sapi, Izinkan Peternak Lindungi Ternak dari Serigala


Sabtu, 05 September 2026 / 05:30 WIB
Trump Ingin Tekan Harga Daging Sapi, Izinkan Peternak Lindungi Ternak dari Serigala
ILUSTRASI. Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan membantu peternak sapi dan menurunkan harga daging sapi. (REUTERS/Carlos Barria)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang bertujuan membantu peternak sapi melindungi kawanan ternak mereka dari serigala, memperluas pengolahan daging, dan bergerak menuju pelabelan negara asal. Upaya ini dilakukan pemerintahannya untuk menurunkan harga daging sapi yang mencapai rekor tertinggi.

Mengutip Reuters, Sabtu (5/9/2026), Trump dalam upacara penandatanganan di Ruang Oval mengatakan, perintah tersebut mencakup langkah-langkah yang mengizinkan peternak melindungi kawanan ternak mereka dari serigala abu-abu serta mempermudah petani dan peternak untuk mengolah dan menjual produk pangan dari usaha mereka sendiri.

Perintah Trump mengenai pelabelan negara asal tidak sampai pada tahap memberlakukan kembali persyaratan pelabelan wajib; Trump mengatakan langkah-langkah tambahan diperlukan—termasuk persetujuan Kongres—untuk membantu memberikan informasi lebih lanjut kepada konsumen mengenai asal-usul daging sapi.

Baca Juga: Bocoran iPhone Lipat Apple Jelang Debut, Harga Bisa Tembus Rp44 Juta

"Itu akan mudah," kata Trump.

Ketentuan mengenai serigala ini menjawab kekhawatiran lama di kalangan peternak, yang menyatakan bahwa serigala dapat memangsa sapi—terutama anak sapi—sehingga menyebabkan kerugian ternak dan memaksa produsen mengeluarkan biaya lebih besar untuk memantau serta melindungi kawanan ternak mereka. 

Serigala abu-abu tetap dilindungi di bawah Undang-Undang Spesies Terancam Punah (Endangered Species Act) federal di sebagian besar wilayah negara tersebut, meskipun tingkat perlindungannya bervariasi antarwilayah.

Langkah ini diambil saat Trump berupaya mengatasi harga daging sapi yang mencapai rekor tertinggi, sembari menghadapi tekanan dari produsen sapi terkait dorongan pemerintahannya untuk meningkatkan impor daging sapi.

Harga daging sapi di tingkat pengecer telah mencapai rekor tertinggi tahun ini seiring dengan penurunan jumlah populasi sapi AS ke tingkat terendah dalam 75 tahun terakhir. 

Kekeringan dan kebakaran hutan telah berkontribusi pada penyusutan pasokan sapi, menciptakan masalah politik yang sulit bagi pemerintah yang berusaha menurunkan biaya bahan pangan tanpa semakin merugikan peternak dalam negeri. Pekan lalu, pemerintah memperluas akses impor potongan daging sapi tanpa lemak (lean beef trimmings) dengan tarif lebih rendah—sebanyak 300.000 metrik ton selama tiga bulan—dengan alasan bahwa pasokan tambahan diperlukan untuk menurunkan harga bagi konsumen. 

Baca Juga: Usai Rilis Data Tenaga Kerja, Citi Proyeksi The Fed Baru Pangkas Suku Bunga pada 2027

Langkah ini menuai penentangan dari para peternak sapi, yang berpendapat bahwa peningkatan impor dapat menekan harga sapi AS dan menyulitkan upaya pemulihan populasi ternak dalam negeri.

Pencantuman label negara asal merupakan tuntutan lama dari sebagian peternak sapi AS, yang berpendapat bahwa konsumen seharusnya dapat membedakan antara daging sapi dalam negeri dan produk impor.

Kongres mencabut kewajiban pelabelan negara asal untuk daging sapi dan babi pada tahun 2015 setelah serangkaian putusan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terkait gugatan dari Kanada dan Meksiko.

Berdasarkan aturan saat ini, perusahaan dapat secara sukarela menggunakan label "Product of USA" (Produk AS) dengan mematuhi ketentuan federal.

Pemerintah menindaklanjuti isu pelabelan ini sembari berupaya meningkatkan impor daging sapi untuk mengatasi kekurangan pasokan dalam negeri, sebuah situasi yang menyoroti tekanan-tekanan yang saling bertentangan dalam kebijakan daging sapi Trump.

Trump berpendapat bahwa peningkatan impor diperlukan untuk memberikan keringanan segera bagi konsumen sementara pemerintahannya berupaya memulihkan populasi ternak sapi AS. Di sisi lain, para peternak memperingatkan bahwa impor tambahan dapat melemahkan insentif untuk memperluas produksi dalam negeri.

Pemerintah juga telah mengumumkan langkah-langkah untuk mendukung perusahaan pengolahan daging berskala lebih kecil, termasuk upaya mempermudah peternak untuk mengolah ternak mereka sendiri, guna menantang dominasi perusahaan pengemasan daging terbesar di negara tersebut.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×