kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Kejatuhan Evergrande tekan pasar keuangan, investor cari pertanda intervensi Beijing


Selasa, 21 September 2021 / 13:23 WIB
Kejatuhan Evergrande tekan pasar keuangan, investor cari pertanda intervensi Beijing
ILUSTRASI. Kejatuhan Evergrande tekan pasar keuangan, investor cari pertanda intervensi Beijing


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Risiko gagal bayar China Evergrande Group atas utangnya yang menggunung menekan bursa saham sejumlah negara pada hari Selasa (21/9). 

Investor tengah mencermati tanda-tanda intervensi Beijing untuk membendung potensi efek domino kebangkrutan perusahaan properti tersebut terhadap ekonomi global.

Sejumlah analis memandang kecil ancaman gagal bayar utang Evergrande menjadi seperti momen kasus Lehman Brothers yang menyulut krisis ekonomi global.

Kendati analis juga tak menepis adanya kekhawatiran mengenai risiko limpahan dari kehancuran Evergrande, yang dulunya pengembang properti terlaris di China, bakal mengguncang pasar keuangan global.

Baca Juga: Evergrande punya utang ke 128 bank, ini bank yang punya eksposure tertinggi

Melansir Reuters, untuk meredakan kecemasan investor, Chairman Evergrande, Hui Ka Yuang, mengatakan, dalam surat kepada staf perusahaan bahwa mereka yakin dapat keluar dari momen tergelapnya dan memberikan proyek properti seperti yang dijanjikan.

Dalam surat itu, bertepatan dengan festival pertengahan musim gugur China, ketua pengembang properti yang sarat utang, juga mengatakan Evergrande akan memenuhi tanggung jawab kepada pembeli properti, investor, mitra, dan lembaga keuangan.

Investor di Evergrande, bagaimanapun, tetap gelisah.

Sahamnya dijual kembali pada hari Selasa, turun sebanyak 7%, setelah jatuh 10% pada hari sebelumnya di tengah kekhawatiran utangnya yang sebesar US$ 305 miliar dapat memicu kerugian yang meluas dalam sistem keuangan China jika terjadi keruntuhan.

Baca Juga: Krisis Evergrande menyeret harga Bitcoin kian dalam, hampir terlempar dari US$ 40.000

Saham properti lainnya seperti Sunac, pengembang properti No.4 China, dan Greentown China yang didukung negara pada hari Selasa menutup beberapa kerugian besar mereka di sesi sebelumnya.




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×