kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kekang lonjakan harga, Shanghai akan uji coba pajak properti


Minggu, 16 Januari 2011 / 10:13 WIB


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

SHANGHAI. Pusat keuangan China, Shanghai, akan menyiapkan uji coba pajak properti di tahun ini. Hal itu disampaikan Walikota Han Zheng dalam laporannya hari ini.

Namun, Han tidak merinci besaran pajak yang akan dikenakan. Tapi, Nomura Holdings Inc, dalam laporan 10 Januari lalu, memperkirakan China akan memperkenalkan tarif pajak 0,8%.

China berjanji mempercepat uji coba pajak properti untuk mengekang lonjakan harga. Pada 26 Desember, PM Wen Jiabao mengatakan langkah pengendalian harga rumah tidak diimplementasikan dengan baik. Oleh karena itu, dia akan memperkenalkan kebijakan yang lebih untuk menindak spekulasi harga.

"Kami akan meningkatkan kontrol, memprioritaskan perumahan non mewah untuk dimiliki warga, dan mempersiapkan percobaan reformasi pajak properti seperti yang disyaratkan pemerintah pusat," lanjut Han.

Kota Shanghai dan Chongqing diharapkan yang pertama menggelar pajak properti di China. Selama 2010, harga rumah di Shanghai melonjak 26,1%, dan di Chongqing naik 29,4%.

Michael Klibaner, kepala penelitian broker properti Jones Lang LaSalle Inc, memperkirakan pajak properti untuk Shanghai tahun ini akan berdampak minimal karena pungutan diekspektasi cukup rendah. "Harga rumah China akan naik sekitar 5% hingga 7% tahun ini," prediksinya.


Berita Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×