Kerusuhan Pecah di Brussel setelah Maroko Kalahkan Belgia di Piala Dunia 2022

Senin, 28 November 2022 | 09:33 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Kerusuhan Pecah di Brussel setelah Maroko Kalahkan Belgia di Piala Dunia 2022

ILUSTRASI. Polisi harus menggunakan meriam air untuk membubarkan massa di Brussel setelah Belgia kalah dari Maroko.


KONTAN.CO.ID - BRUSSEL. Polisi harus menggunakan meriam air untuk membubarkan massa di ibu kota Belgia, Brussel, setelah suasana berubah suram akibat kekalahan yang mengejutkan Belgia dari Maroko di Piala Dunia FIFA pada hari Minggu.

Melansir DW, polisi Brussel dalam sebuah pernyataan mengatakan, bahkan sebelum pertandingan berakhir, puluhan orang, termasuk beberapa mengenakan hoodies, mencari konfrontasi dengan polisi, yang membahayakan keselamatan publik.

Para perusuh menghancurkan jendela toko, melempar kembang api, dan membakar kendaraan. Video yang diposting di media sosial menunjukkan orang-orang menghancurkan kaca mobil merah sebelum membaliknya dan membakarnya.

Walikota Philippe Close mengutuk kekerasan tersebut, menulis di Twitter bahwa polisi dipaksa untuk bertindak "kasar".

"Itu bukan penggemar, mereka perusuh. Penggemar Maroko ada di sana untuk merayakannya," kata Close kemudian.

Polisi telah menahan sekitar puluhan orang.

Kekerasan juga meletus di Antwerpen, kota terpadat di Belgia, dan Liege.

"Sedih melihat bagaimana beberapa orang menyalahgunakan situasi untuk mengamuk," kata Menteri Dalam Negeri Annelies Verlinden.

Bentrokan di Belanda

Politico memberitakan, di Rotterdam, polisi anti huru hara bentrok dengan 500 pendukung sepak bola yang melempari mereka dengan kembang api dan kaca.

Para pejabat juga melaporkan kerusuhan di Den Haag dan di ibu kota, Amsterdam, di mana sebuah mobil dibakar.

Polisi anti huru hara dikerahkan ke Mercatorplein Amsterdam, sebuah alun-alun di barat kota. Lingkungan ini adalah rumah bagi komunitas Maroko yang besar.

Tim sepak bola Maroko memiliki banyak pengikut di Belanda, dengan pemain sayap kelahiran Belanda Hakim Ziyech memulai karirnya dengan Ajax Amsterdam sebelum pindah ke Chelsea.

Sukacita di Rabat

Melansir DW, sementara itu, di ibu kota Maroko, Rabat, orang-orang tumpah ruah ke jalan-jalan untuk merayakan secara spontan kemenangan tim mereka.

Ada tarian, nyanyian, dan pengibaran bendera Maroko, sementara pengemudi membunyikan klakson saat melewati jalan-jalan di Rabat.

Kemenangan hari Minggu melawan Belgia adalah kemenangan pertama Maroko di Piala Dunia sejak mereka mengalahkan Skotlandia pada 1998.

Kedua tim masih memiliki peluang untuk melaju ke babak 16 besar turnamen tergantung pada bagaimana pertandingan penyisihan grup terakhir mereka, di mana Belgia akan melawan Kroasia dan Maroko akan melawan Kanada.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru