kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Kilang Minyak di Asia Ramai-Ramai Pangkas Produksi, Indonesia Termasuk


Minggu, 22 Maret 2026 / 05:22 WIB
Kilang Minyak di Asia Ramai-Ramai Pangkas Produksi, Indonesia Termasuk
ILUSTRASI. Konflik Timur Tengah memicu krisis energi global. Kilang di Asia, termasuk China dan Jepang, memangkas produksi besar-besaran. (REUTERS/Edgar Su)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Produsen petrokimia nasional, Chandra Asri, resmi menetapkan kondisi force majeure untuk seluruh kontraknya.

Langkah ini diambil karena pasokan bahan baku dari Timur Tengah terganggu, sehingga perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban produksi seperti biasa.

Negara Lain Ikut Ambil Langkah Darurat

Sejumlah negara lain juga terdampak dan mengambil langkah serupa:

  • Taiwan: Formosa Petrochemical Corp mempertimbangkan penghentian produksi jika stok menipis
  • Korea Selatan: Yeochun NCC memangkas produksi karena pasokan tersendat
  • India: kilang Mangalore menghentikan sebagian operasional akibat kekurangan minyak
  • Thailand: Rayong Olefins menetapkan force majeure
  • Vietnam: meminta prioritas pasokan minyak domestik untuk menjaga ketahanan energi nasional
  • Bahrain: Bapco Energies juga menetapkan kondisi darurat setelah serangan ke fasilitasnya

Tonton: Donald Trump Sebut Secara Militer Iran Sudah Kalah Dalam Perang

Gangguan Selat Hormuz Jadi Pemicu Utama

Salah satu penyebab utama krisis ini adalah terganggunya jalur distribusi melalui Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Banyak kilang di Asia sangat bergantung pada jalur ini untuk pasokan energi.

Jika gangguan berlanjut, bukan tidak mungkin dampaknya meluas ke kenaikan harga energi global dan tekanan pada industri manufaktur di berbagai negara.




TERBARU

[X]
×