Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Produsen petrokimia nasional, Chandra Asri, resmi menetapkan kondisi force majeure untuk seluruh kontraknya.
Langkah ini diambil karena pasokan bahan baku dari Timur Tengah terganggu, sehingga perusahaan tidak dapat memenuhi kewajiban produksi seperti biasa.
Negara Lain Ikut Ambil Langkah Darurat
Sejumlah negara lain juga terdampak dan mengambil langkah serupa:
- Taiwan: Formosa Petrochemical Corp mempertimbangkan penghentian produksi jika stok menipis
- Korea Selatan: Yeochun NCC memangkas produksi karena pasokan tersendat
- India: kilang Mangalore menghentikan sebagian operasional akibat kekurangan minyak
- Thailand: Rayong Olefins menetapkan force majeure
- Vietnam: meminta prioritas pasokan minyak domestik untuk menjaga ketahanan energi nasional
- Bahrain: Bapco Energies juga menetapkan kondisi darurat setelah serangan ke fasilitasnya
Tonton: Donald Trump Sebut Secara Militer Iran Sudah Kalah Dalam Perang
Gangguan Selat Hormuz Jadi Pemicu Utama
Salah satu penyebab utama krisis ini adalah terganggunya jalur distribusi melalui Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dunia. Banyak kilang di Asia sangat bergantung pada jalur ini untuk pasokan energi.
Jika gangguan berlanjut, bukan tidak mungkin dampaknya meluas ke kenaikan harga energi global dan tekanan pada industri manufaktur di berbagai negara.













