Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Sebuah kilang minyak di Moskow menghentikan operasinya setelah mengalami serangan drone yang diduga diluncurkan oleh Ukraina pada Selasa, menurut dua sumber industri.
Serangan tersebut, yang diklaim oleh pihak Ukraina, memicu kebakaran serta merusak unit penyulingan utama CDU-6 yang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 21.400 metrik ton minyak per hari, atau setara dengan 53% dari total kapasitas kilang tersebut, kata sumber itu.
Meski mengalami kerusakan, kilang tersebut diperkirakan akan segera kembali beroperasi pada unit utama lainnya yang masih berfungsi, dengan kapasitas pengolahan sekitar 18.800 ton minyak per hari.
Baca Juga: Tren Gaya Hidup Sehat, Brand Pizza Hut Bakal Dijual Senilai Rp 44,5 Triliun
Sebelumnya, layanan darurat setempat menyatakan bahwa kebakaran di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan dan tidak berdampak pada keseluruhan operasi. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, juga mengonfirmasi adanya fasilitas yang mengalami kerusakan di area tersebut, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.
Kilang yang berlokasi di bagian tenggara Moskow itu merupakan salah satu infrastruktur penting yang memasok bahan bakar untuk ibu kota Rusia. Perusahaan pemiliknya, Gazpromneft, belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.
Menurut sumber yang sama, pada tahun 2024 kilang ini memproses sekitar 11,6 juta metrik ton minyak mentah atau sekitar 230.000 barel per hari. Dari jumlah tersebut, dihasilkan 2,9 juta ton bensin, 3,2 juta ton diesel, dan 1,3 juta ton bitumen.
Insiden ini menambah daftar gangguan pada infrastruktur energi Rusia di tengah konflik yang masih berlangsung.













