kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Kim Jong Un: Korea Utara akan Mulai Vaksinasi Covid-19 pada November


Jumat, 09 September 2022 / 15:09 WIB
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan, negaranya akan memulai vaksinasi Covid-19 pada November nanti. Kyodo/via REUTERS.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan, negaranya akan memulai vaksinasi Covid-19 pada November nanti.

Dalam pidato pada Kamis (8/9) di Majelis Nasional Korea Utara, Kim mengutip peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa saat musim dingin, bisa melihat kebangkitan infeksi Covid-19.

"Oleh karena itu, bersama dengan vaksinasi yang bertanggungjawab, kami harus merekomendasikan agar semua warga memakai masker untuk melindungi kesehatan mereka mulai November," katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut, seperti dikutip KCNA dan dilansir Reuters.

Korea Utara belum mengonfirmasi pemberian vaksinasi Covid-19, meskipun catatan Bea Cukai negara itu menunjukkan Pyongyang telah mengimpor beberapa vaksin dari China tahun ini.

Baca Juga: Korut Minta Rakyatnya Tidak Lengah Setelah Deklarasikan Kemenangan Atas Covid-19

Bulan lalu Kim menyatakan kemenangan atas Covid-19 dan memerintahkan pencabutan tindakan anti-epidemi maksimum yang berlaku sejak Mei lalu. Meskipun, dia menambahkan, Korea Utara harus mempertahankan "penghalang anti-epidemi yang kuat".

Korea Utara tidak pernah mengonfirmasi berapa banyak orang yang tertular Covid-19, tampaknya karena tidak memiliki sarana untuk melakukan pengujian secara luas.

Sebaliknya, Korea Utara telah melaporkan jumlah harian pasien dengan demam, penghitungan yang meningkat menjadi sekitar 4,77 juta, dari perkiraan populasi sekitar 25 juta. 

Tetapi, tidak ada kasus baru yang tercatat sejak 29 Juli. Sementara angka kematian pasien dengan demam mencapai 74 orang.

Para ahli, termasuk WHO, meragukan angka-angka itu, dengan alasan kurangnya kapasitas pengujian Covid-19 di Korea Utara.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×