kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.973.000   129.000   4,54%
  • USD/IDR 16.807   0,00   0,00%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Kim Jong Un tuding sejumlah pejabat senior sebagai penyebab krisis besar pandemi


Kamis, 01 Juli 2021 / 05:00 WIB
Kim Jong Un tuding sejumlah pejabat senior sebagai penyebab krisis besar pandemi


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Laporan media pemerintah Korea Utara pada hari Rabu (30/6/2021) menunjukkan, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyalahkan beberapa pejabat tinggi partai yang berkuasa atas penyimpangan terkait tanggapan pandemi negara itu.

Melansir Reuters yang mengutip kantor media pemerintah KCNA, Kim menunjuk sejumlah pejabat senior sebagai penyebab "krisis besar," yang katanya membahayakan keselamatan negara dan rakyat.

Laporan itu tidak merinci sifat krisis atau bagaimana hal itu membahayakan orang.

Beberapa pejabat pemerintah juga dipecat selama pertemuan - tetapi tidak jelas apakah perombakan itu terkait dengan pandemi.

Baca Juga: Kim Jong Un diisukan sakit, ini tanggapan pemerintah Korea Utara

Korea Utara belum secara resmi mengkonfirmasi kasus Covid-19, klaim yang dipertanyakan oleh pejabat Korea Selatan dan Amerika.

Negara tertutup itu telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik.

Seorang ahli mengatakan Korea Utara telah berulang kali menyiarkan pertemuan publik skala besar, yang menunjukkan bahwa mereka telah mencegah wabah besar.

Baca Juga: Kim Jong Un mulai kurus, warga Korut malah khawatir

Namun dia menambahkan bahwa hal itu mungkin menimbulkan kerugian besar bagi ekonominya dan orang-orang miskin, kelompok paling rentan di negara tersebut.

Tahun lalu, Korea Utara mengumumkan keadaan darurat dan mengunci kota perbatasan Kaesong setelah seseorang yang membelot ke Korea Selatan kembali dengan apa yang dikatakan media pemerintah sebagai gejala Covid-19.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian mengatakan hasil tes Covid-19 Korea Utara untuk pria itu tidak meyakinkan.

Selanjutnya: Krisis pangan melanda Korea Utara, harga 1 kg pisang mencapai Rp 650.000




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×