kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Kinerja Industri Penginapan Kembali Positif di Tahun 2021


Kamis, 17 Februari 2022 / 09:50 WIB
Kinerja Industri Penginapan Kembali Positif di Tahun 2021
ILUSTRASI. Airbnb sukses kembali mencetak laba bersih di tahun 2021, setelah merugi di 2020


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa perusahaan penyedia penginapan memprediksi industri perjalanan global akan pulih di tahun ini. Hal tersebut menyusul kinerja positif dari sejumlah beberapa perusahaan di sektor tersebut.

Optimisme tersebut juga muncul akibat kenaikan tingkat vaksinasi dan penurunan kasus Covid-19 di Amerika Serikat (AS) setelah gelombang musim dingin varian Omicron.

Sementara itu, sejumlah negara juga sudah mencabut pembatasan perjalanan, dengan Kanada akan memudahkan masuk bagi pelancong internasional yang divaksinasi penuh mulai 28 Februari.

Adapun, salah satu perusahaan yang mencatat kinerja positif di kuartal terakhir 2021 ialah Marriott International yang juga melampaui perkiraan Wall Street. Pendapatan Marriot meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 4,45 miliar di tahun 2021.  

Realisasi tersebut di atas perkiraan analis dengan pendapatan sebesar US$ 3,99 miliar.

Baca Juga: Rakyat Ukraina Kibarkan Bendera: Kami Tidak Takut pada Siapa Pun

"Setiap wilayah kami melihat pemulihan RevPAR (pendapatan per kamar yang tersedia) yang berarti pada kuartal keempat, jika dibandingkan dengan kuartal ketiga. Kinerja tersebut dengan dengan pengecualian untuk wilayah China, di mana pemulihan terhenti karena kebijakan nol Covid mereka," kata Chief Executive Officer Marriot Anthony Capuano dikutip dari Reuters, Kamis (17/2).

Capuano menambahkan bahwa pemesanan baru di seluruh segmen pelanggan telah pulih ke tingkat pra-Omicron, meskipun ada kemunduran pada bulan Januari. Namun dia tetap optimistis tentang pemulihan permintaan perjalanan global sepanjang 2022.

Hunian di wilayah kunci AS dan Kanada dari perusahaan pemilik JW Marriott dan Ritz-Carlton itu mencapai 60% pada kuartal keempat. Melonjak dibandingkan dengan 35,1% yang dicetak pada kuartal IV-2020.

Selain Marriot International, ada pula Airbnb Inc, yang kinerjanya mengalahkan perkiraan analis. Pendapatan Airbnb tumbuh 78% menjadi US$ 1,53 miliar di akhir 2021 dan mengalahkan proyeksi analis sebesar US$ 1,46 miliar.

Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini juga melaporkan laba bersih sebesar US$ 55 juta. Perusahaan ini sukses membalikkan keadaan, setelah mencetak rugi US$ 3,9 miliar pada tahun 2020.

Chief Executive Officer Airbnb Brian Chesky menyebut, hasil tersebut sebagai tahun terbaik dalam sejarah perusahaan dan mengatakan bahwa Airbnb mampu mengatasi pandemi karena model bisnisnya yang sangat mudah beradaptasi.

Kinerja Airbnb juga didorong dengan banyaknya orang yang kini semakin fleksibel dengan bisa bekerja dari jarak jauh.

Chesky mengatakan, orang-orang yang menggunakan situs sewa jangka pendeknya memesan masa inap lebih lama selama kuartal yang baru saja berakhir. Sekitar setengah dari jumlah menginap yang dipesan pada kuartal IV-2021 adalah untuk masa inap satu minggu atau lebih.

Baca Juga: Expedia Group Catatkan Laba Bersih US$ 276 Juta di Kuartal IV-2021

“Orang-orang menyebar ke ribuan kota besar dan kecil, tinggal selama berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan sepanjang musim. Orang-orang tidak terlalu terikat dengan kantor, jadi mereka sekarang bisa tinggal di mana saja,” jelasnya.

Sementara itu, CEO Wynn Resorts Craig Billings mengatakan, bahwa pelanggan di resor Las Vegas-nya "menghabiskan lagi dengan sepenuh hati."

Pada Januari, perusahaan riset persewaan liburan AirDNA mencatat sekitar 58.000 persewaan jangka pendek baru di Amerika Serikat, yang paling banyak ditambahkan sejak awal pandemi, dan jumlahnya bertambah setiap hari.

Data AirDNA juga menunjukkan peningkatan 35% pada malam sewa jangka pendek yang dipesan di Amerika Serikat pada Januari 2022 dari periode yang sama pada 2019, dan peningkatan 12% dari 2019 secara global.

“2021 adalah tahun pemulihan, dan 2022 akan melewati Covid dan menjadi tahun pertumbuhan yang kuat untuk sektor ini," kata Jamie Lane, wakil presiden AirDNA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×