Kinerja kuartal kedua ciamik, Carlsberg kerek target tahun 2021

Rabu, 18 Agustus 2021 | 13:43 WIB Sumber: Reuters
Kinerja kuartal kedua ciamik, Carlsberg kerek target tahun 2021

ILUSTRASI. bir Carlsberg


KONTAN.CO.ID - KOPENHAGEN. Kinerja kuartal II-2021 yang lebih tinggi dari proyeksi membuat produsen bir asal Pembuat bir Denmark, Carlsberg, mengerek target pendapatan untuk tahun 2021. Namun, dalam panduannya, perusahaan juga memperingatkan bahwa pembatasan virus corona yang parah di Asia dapat menekan penjualan.

Produsen bir terbesar ketiga di dunia itu mengatakan, volume penjualan bir di pasar-pasar utama China dan Rusia telah meningkat ke "jauh di atas" tingkat pra-pandemi. Sementara untuk pasar Eropa seperti Prancis, Swiss, dan Swedia, tetap di bawah level yang dicapai sebelum krisis virus corona terjadi.

"Sementara ketidakpastian tentang sisa tahun ini berlanjut, kami puas dengan hasil kinerja di paruh pertama dan awal yang baik untuk kuartal ketiga," kata Chief Executive Cees 't Hart dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun kami melihat kembalinya secara bertahap ke lingkungan yang lebih normal di pasar di seluruh Eropa, pasar lain, terutama di Asia, tetap tunduk pada pembatasan parah karena gelombang infeksi baru," lanjut Hart.

Baca Juga: Sengketa Dengan Mitra Usaha, Produsen Bir Carlsberg Didesak Perbaiki Tata Kelola

Asal tahu saja, penjualan Carlsberg di periode April hingga Juni 2021 mencapai 18,69 miliar crown Denmark atau setara US$2,94 miliar. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan 17,97 miliar crown dalam jajak pendapat analis yang disusun perusahaan.

Carlsberg mengatakan, perusahaan mengharapkan laba operasional tumbuh antara 8% dan 11% tahun ini. Target ini naik dari panduan sebelumnya, yakni dengan pertumbuhan laba operasional di kisaran 5%-10%.

Rival perusahaan, Heineken, juga mengalahkan ekspektasi untuk penjualan bir paruh pertama ketika melaporkan pendapatan bulan ini tetapi memperingatkan kenaikan biaya dan dampak pandemi Covid-19 di pasar Asia. 

 

Selanjutnya: Baidu terbitkan obligasi denominasi dolar AS di tengah ketidakpastian aturan di China

 

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru