kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,81   2,76   0.34%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kiriman minyak China ke Korea Utara kembali meningkat, tertinggi sejak Juli 2020


Kamis, 22 Juli 2021 / 12:12 WIB
Kiriman minyak China ke Korea Utara kembali meningkat, tertinggi sejak Juli 2020
ILUSTRASI. Bendera Korea Utara dan China. Kiriman minyak China ke Korea Utara kembali meningkat.

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Rekor pengiriman minyak sulingan China ke Korea Utara tercatat pada Juni. Jumlahnya jadi yang terbanyak dalam 11 bulan terakhir di tengah penutupan perbatasan terkait Covid-19.

Dilansir dari Yonhap, pada Juni 2021, China memasok sekitar 10.000 barel minyak sulingan ke Korea Utara. Jumlah tersebut telah dilaporkan dan dicatat oleh PBB pada Rabu (21/7).

Menurut data penerapan sanksi China terhadap Korea Utara, Beijing mengirim total 10.725 barel atau 1.288 ton minyak sulingan, ke Pyongyang bulan lalu.

Jumlah itu jadi pengiriman bulanan terbesar sejak Juli 2020 saat China memasok 12.479 barel minyak sulingan ke Korea Utara.

China, bersama dengan Rusia, masih menjadi pemasok sumber energi utama untuk Korea Utara hingga saat ini.

Baca Juga: Lewat ini, AS, Jepang, dan Korea Selatan kirim pesan ke Korea Utara

Namun, Rusia telah melaporkan ke PBB, mereka tidak mengirimkan produk minyak sulingan ke Korea Utara dari Oktober tahun lalu hingga Mei tahun ini.

Pada paruh pertama tahun ini, Korea Utara telah menerima 23.750 barel minyak sulingan. Jumlah tersebut jauh di bawah batas impor tahunan yang ditetapkan berdasarkan resolusi PBB.

Korea Utara menerima sanksi setelah meluncurkan rudal jarak jauh. Pada 2017, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang menetapkan batas maksimum 500.000 barel minyak per tahun untuk Korea Utara.

PBB juga meminta semua negara anggota yang mengirimkan minyak ke Korea Utara untuk melaporkan jumlah pengirimannya setiap bulan.

Selanjutnya: Korea Utara kembali tegaskan kampanye anti budaya asing di kalangan pemuda




TERBARU

[X]
×