kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45764,61   -6,06   -0.79%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Kolombia bergejolak: Terjadi bentrokan dan penjarahan sporadis di Bogota


Sabtu, 23 November 2019 / 06:17 WIB
Kolombia bergejolak: Terjadi bentrokan dan penjarahan sporadis di Bogota
ILUSTRASI. Unjuk rasa di Bogota. REUTERS/Luisa Gonzalez

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BOGOTA. Warga Kolombia berkumpul untuk menggelar aksi protes terbaru pada Jumat (23/11). Tak hanya itu, penjarahan sporadis meletus di beberapa bagian ibukota Bogota, setelah aksi unjuk rasa massal pada hari Kamis berakhir dengan tiga korban tewas.

Lebih dari 250.000 orang melakukan aksi unjuk rasa pada Kamis (22/11) untuk menyatakan rasa ketidakpuasan yang tumbuh terhadap pemerintah Presiden Ivan Duque, termasuk atas reformasi ekonomi yang langsung dibantah oleh presiden. Para  pengunjuk rasa marah atas kurangnya tindakan pemerintah dalam menghentikan korupsi dan pembunuhan aktivis hak asasi manusia.

Kemarin sore, ribuan orang berkumpul di Bolivar Plaza Bogota, setelah mantan calon presiden sayap kiri Gustavo Petro dan yang lainnya menyerukan demonstrasi lain menyusul "cacerolazo" spontan - sebuah ungkapan protes tradisional di mana orang-orang membenturkan panci dan wajan - pada malam sebelumnya.

"Kami di sini untuk terus memprotes pemerintah Duque," kata mahasiswa seni berusia 25 tahun Katheryn Martinez, ketika ia menggedor pot dengan garpu di plaza, ditemani oleh ayahnya Arturo, 55 tahun.

Baca Juga: Orang-orang kaya Hong Kong mulai mencari cara mengalihkan uang ke luar negeri

"Ini adalah pemerintah yang tidak efisien yang membunuh anak-anak dan tidak mengakuinya," katanya, merujuk pada pengeboman baru-baru ini yang ditujukan pada kelompok pemberontak yang menewaskan delapan remaja dan membuat mantan menteri pertahanan mengundurkan diri.

Aksi massa, termasuk orang tua dan keluarga, tiba-tiba dibubarkan oleh polisi yang menembakkan gas air mata, membuat para pengunjuk rasa berlari di jalan-jalan sempit di distrik bersejarah itu.

Baca Juga: Hong Kong kian mencekam, pengunjuk rasa memblokade universitas dan menimbun senjata

Beberapa pengunjuk rasa berkumpul kembali di persimpangan terdekat dan terus bernyanyi.



TERBARU

[X]
×