kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Konflik di laut China Selatan, kepercayaan publik Filipina terhadap Tiongkok merosot


Jumat, 19 Juli 2019 / 19:39 WIB
Konflik di laut China Selatan, kepercayaan publik Filipina terhadap Tiongkok merosot

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - MANILA. Jajak pendapat yang dilakukan Social Weather Stations menunjukkan tingkat ketidapercayaan publik Filipina terhadap Tiongkok meningkat. Hal ini seiring dengan memanasnya hubungan Manila dengan Beijing.

Dikutip dari ABS CBN (19/7), jajak pendapat ini dilakukan setelah kapal berbendera Tiongkok menghantam kapal nelayan Filipina di dekat kawasan Reed Bank, Laut China Selatan pada Minggu (14/6). Akibat kejadian ini, 22 nelayan Filipina terdampar di laut hingga akhirnya kapal berbendera Vietnam menyelamatkan mereka.


Filipina pun mengecam aksi ini. Sekretaris Pertahanan Nasional Filipina Delfin Lorenzana mengatakan, “Ini bukan tindakan yang diharapkan dari orang yang bertanggung jawab dan ramah,” seperti yang dikutip dari The Diplomat (14/6).

Reed Bank yang oleh Filipina disebut Recto Bank, terletak sekitar 100 mil laut di barat laut Pulau Palawan, Filipina, dan berada di ujung barat laut Kepulauan Spratly yang menjadi rebutan beberapa negara. Wilayah ini menjadi rebutan karena memiliki kandungan gas alam yang tinggi.

Putusan arbitrase 2016 menyatakan bahwa wilayah tersebut merupakan bagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina. Akan tetapi, Tiongkok, Malaysia, Brunei Darussalam, Vietnam, hingga Taiwan juga mengklaim Reed Bank sebagai bagian wilayah mereka.

Jajak pendapat yang dilakukan pada 22-26 Juni 2019 ini disebar kepada 1200 orang dewasa. Dengan margin of error 3%, hasil menunjukkan bahwa 51% masyarakat Filipina memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap Tiongkok. Sebanyak 21% tidak menentukan pilihan, sementara 27% lainnya memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Tiongkok.

Tingkat kepercayaan netto (net trust rating) terhadap Tiongkok juga anjlok di angka -24 pada kuartal II 2019, lebih buruk dibanding kuartal-I (bulan Maret) yang berada di angka -6.

Jajak pendapat juga menunjukkan 43% publik Filipina tidak setuju dengan pernyataan “Kebanyakan yang Pemerintah Tiongkok lakukan terhadap Filipina berdampak baik bagi masyarakat Filipina,”. Sebanyak 27% menyatakan setuju sementara 30% tidak tahu.

Berbanding terbalik, survei ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat Filipina terhadap Amerika Serikat (AS) sangat tinggi. Sebanyak 81% responden mengaku memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap AS, sebanyak 11% tidak menentukan pilihan, dan 8% mengaku memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap AS.

Untuk diketahui, Filipina merupakan bekas wilayah koloni AS. Sebanyak 55% masyarakat Filipina setuju dengan pernyataan “Kebanyakan yang Pemerintah AS lakukan terhadap Filipina berdampak baik bagi masyarakat Filipina”. Sebanyak 27% tidak tahu dan sisanya tidak setuju.




TERBARU

Close [X]
×