Sumber: Business Insider | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konglomerat Zimbabwe, Strive Masiyiwa, memperkuat taruhan jangka panjangnya pada masa depan industri Afrika dengan merancang pembangunan kawasan industri bertenaga surya berskala besar di dekat Bandara Internasional Robert Mugabe, Harare.
Melalui Econet InfraCo, unit infrastruktur yang dipisahkan dari Econet Wireless Zimbabwe, Masiyiwa berencana mengembangkan kawasan industri seluas 300 hektare yang ditopang pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 megawatt (MW) serta pusat data berskala besar.
Proyek ini dirancang untuk menggabungkan pasokan energi terbarukan, konektivitas digital, dan akses logistik dalam satu lokasi terpadu.
Baca Juga: Okupansi Masih 58,19%, Begini Tantangan & Peluang Investasi di Kawasan Industri
Econet InfraCo menilai kombinasi tersebut dapat menarik pelaku manufaktur dan perusahaan berorientasi ekspor yang mencari kepastian pasokan listrik dan risiko operasional yang lebih rendah.
Kawasan ini akan difungsikan sebagai pusat industri dan logistik modern, dengan sasaran perusahaan manufaktur, pengolahan, serta industri bernilai tambah.
Chief Executive Econet Group, Douglas Mboweni, mengatakan proyek ini bertujuan menyediakan infrastruktur dasar seperti listrik dan air agar investor dapat lebih cepat masuk dan memulai usaha.
“Visi kami adalah membangun infrastruktur yang dibutuhkan kawasan industri modern, sehingga memudahkan investor memanfaatkan lokasi strategis ini dan menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Pengembangan kawasan industri akan dilakukan secara bertahap. Pembangkit listrik tenaga surya juga akan dibangun sesuai dengan tingkat permintaan.
Baca Juga: Pengembang Kawasan Industri Ungkap Usulan Regulasi dan Insentif untuk Tarik Investasi
Pekerjaan tahap awal telah dimulai, meski proyek ini masih menunggu sejumlah persetujuan regulasi dan perencanaan.
Jika rampung, proyek tersebut diperkirakan menjadi salah satu pengembangan sektor swasta terbesar di Zimbabwe sejak kemerdekaan, sekaligus mendukung agenda industrialisasi dan pertumbuhan berbasis ekspor pemerintah.
Di sisi lain, proyek ini mencerminkan perubahan strategi Masiyiwa yang kini menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai fokus utama pengembangan bisnis grup.
Pada Desember lalu, Masiyiwa menyatakan bahwa AI telah mengubah arah kewirausahaannya, termasuk dengan peluncuran “AI Factory” pertama Econet di Cape Town, Afrika Selatan.
Econet InfraCo sendiri diperkenalkan pada Desember 2025 sebagai bagian dari restrukturisasi grup untuk memisahkan aset infrastruktur, seperti menara telekomunikasi, jaringan serat optik, sistem kelistrikan, dan pusat data, dari bisnis seluler.
Baca Juga: Strategi Emiten Kawasan Industri Menggali Potensi Investasi pada Semester II-2025
Perusahaan juga membuka peluang pencatatan saham InfraCo di Bursa Efek Victoria Falls, dengan tetap menunggu persetujuan pemegang saham dan regulator.
Dengan meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur digital dan industri yang ditopang pasokan energi andal di Afrika, proyek kawasan industri di Harare ini menunjukkan bagaimana kelompok telekomunikasi mulai memposisikan diri di persimpangan sektor energi, data, dan manufaktur.













