Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pasar keuangan global kembali dilanda gejolak pada awal pekan ini. Futures indeks saham Amerika Serikat (AS) anjlok lebih dari 1% pada Senin waktu setempat, sementara harga minyak mentah melonjak tajam di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Lonjakan harga energi tersebut memperkuat kekhawatiran investor terhadap meningkatnya tekanan inflasi global, yang berpotensi membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama dari perkiraan.
Harga minyak mentah tercatat melonjak lebih dari 25% hingga mendekati level US$120 per barel. Di saat yang sama, dolar AS menguat karena investor berbondong-bondong mencari aset safe haven di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Kenaikan tajam biaya energi ini juga memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, mungkin harus mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama. Hal ini tercermin dari imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan.
Ketegangan geopolitik semakin dalam setelah Iran pada Senin menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus ayahnya, Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi Iran. Langkah ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa kelompok garis keras tetap memegang kendali politik di Teheran.
Baca Juga: Perang AS–Israel vs Iran Picu Kekacauan Penerbangan, Saham Maskapai Anjlok
Sementara itu, perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memasuki hari ke-10 tanpa indikasi meredanya konflik. Serangan rudal dan drone baru dari kedua belah pihak terus terjadi dan menyebar ke berbagai wilayah di Timur Tengah.
Konflik berkepanjangan di kawasan tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi global secara signifikan dan menekan pertumbuhan ekonomi dunia pada saat kondisi ekonomi AS sedang rapuh.
Indikator ketakutan investor di Wall Street, Cboe Volatility Index (VIX), melonjak 5,16 poin menjadi 34,62. Level ini merupakan yang tertinggi sejak April 2025, mencerminkan meningkatnya kecemasan pelaku pasar terhadap ketidakpastian global.
Di sisi lain, data pasar tenaga kerja terbaru juga menambah tekanan bagi investor. Ekonomi AS secara tak terduga mencatatkan penurunan jumlah lapangan kerja pada Februari, sementara tingkat pengangguran meningkat.
Kombinasi antara lonjakan harga minyak dan melemahnya pasar tenaga kerja berpotensi menempatkan Federal Reserve dalam posisi yang semakin sulit, terutama dalam menentukan arah kebijakan suku bunga ke depan.
Pasar juga akan menghadapi pekan krusial yang dipenuhi berbagai rilis data ekonomi penting. Data inflasi dijadwalkan rilis pada Rabu, disusul klaim pengangguran mingguan, data lowongan kerja JOLTS, hingga data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed.
Selain itu, estimasi kedua pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartalan juga akan dirilis pada akhir pekan ini.
Baca Juga: Pasar Saham Asia Anjlok, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi Global
Keputusan suku bunga The Fed berikutnya dijadwalkan pada 18 Maret. Saat ini, pasar hampir sepenuhnya memperkirakan bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini.
Pada pukul 03.13 waktu New York, kontrak berjangka Dow E-minis tercatat turun 863 poin atau 1,82%. Sementara itu, S&P 500 E-minis melemah 108,5 poin atau 1,61%, dan Nasdaq 100 E-minis turun 407 poin atau 1,65%.
Futures yang melacak indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 bahkan anjlok lebih dalam hingga 3,1%.
Pada perdagangan pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,95% dan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak awal April 2025. Indeks S&P 500 melemah 1,33%, menjadi kinerja mingguan terburuk sejak pertengahan Oktober.
Sementara itu, indeks Russell 2000 mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak awal Agustus. Indeks Nasdaq Composite juga ditutup turun 1,59% pada perdagangan Jumat lalu.
Ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global dalam waktu dekat.
- inflasi
- Pasar Modal
- pasar saham
- Federal Reserve
- safe haven
- harga minyak
- Ekonomi AS
- suku bunga The Fed
- inflasi global
- geopolitik
- konflik timur tengah
- Data Ekonomi AS
- Risiko Geopolitik
- Dolar AS Menguat
- gejolak pasar keuangan
- harga minyak melonjak
- indeks saham anjlok
- investor waspada
- VIX index
- pasar futures













