kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Korban tewas virus misterius di China bertambah, banyak negara kini waspada


Senin, 20 Januari 2020 / 09:56 WIB
Korban tewas virus misterius di China bertambah, banyak negara kini waspada
ILUSTRASI. Kasus kematian akibat virus misterius di China makin meningkatkan kekhawatiran tentang lebih banyak orang terinfeksi ketika jutaan orang memulai perjalanan untuk Tahun Baru Imlek.

Sumber: Al Jazeera | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Korban virus misterius di China bertambah. Senin (20/1), China melaporkan korban kematian ketiga dari virus baru yang masih misterius.

China juga melaporkan terdapat sekitar 140 kasus baru ketika penyakit itu menyebar ke bagian lain di negara tersebut termasuk ke ibukota Beijing. Ini makin meningkatkan kekhawatiran tentang lebih banyak orang terinfeksi ketika jutaan orang memulai perjalanan untuk Tahun Baru Imlek.

Baca Juga: Cegah virus misterius China, ini imbauan Menkes

Al Jazeera melaporkan, para ahli medis masih berjuang untuk memahami jenis baru virus corona yang diduga ada hubungannya dengan virus sindrom pernafasan akut parah (SARS). SARS berasal dari Cina selatan pada tahun 2002 sebelum menyebar ke Hong Kong dan tempat lain di dunia yang menginfeksi ribuan orang dan menyebabkan lebih dari 800 orang tewas.

Virus corona biasanya menyebabkan penyakit saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti flu biasa, tetapi juga dapat memengaruhi saluran pernapasan bawah, sehingga menyebabkan pneumonia atau bronkitis.

Di Wuhan, kota di China tengah tempat strain baru pertama kali muncul, 136 kasus baru ditemukan pada akhir pekan, demikian laporan dinas kesehatan setempat, tanpa memberikan perincian tentang jumlah orang yang meninggal.

Otoritas kesehatan di distrik Daxing Beijing mengatakan dua orang yang telah melakukan perjalanan ke Wuhan dirawat karena pneumonia yang terkait dengan virus dan berada dalam kondisi stabil.

Baca Juga: Antisipasi virus corona dari China, AS melakukan screening penumpang di tiga bandara

Di Guangdong, seorang pria Shenzhen berusia 66 tahun dikarantina pada 11 Januari lalu setelah terserang demam dan menunjukkan gejala lain setelah mengunjungi kerabatnya di Wuhan.




TERBARU

Close [X]
×