Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan akan memperkenalkan pembatasan tambahan pada dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) saham tunggal yang menggunakan leverage, termasuk batasan yang dapat membatasi investasi individu dalam produk tersebut hingga 20% dari total aset investasi mereka.
Mengutip Reuters, Rabu (29/7/2026), Kementerian Keuangan Korea Selatan mengungkapkan, langkah-langkah ini diambil menyusul fluktuasi tajam di pasar saham lokal, yang menurut otoritas telah diperburuk oleh taruhan terkonsentrasi pada produk-produk leverage saham tunggal.
Pemerintah juga akan menaikkan biaya perdagangan terkait untuk menahan aktivitas yang berlebihan, berpotensi dengan menerapkan biaya serupa dengan yang dikenakan untuk pengajuan pesanan yang berlebihan di pasar berjangka, kata pemerintah setelah pertemuan darurat otoritas keuangan.
Baca Juga: Qualcomm Pasok Chip AI untuk BMW hingga Dekade Mendatang
Otoritas akan memperkenalkan persyaratan perdagangan simulasi di samping pendidikan investor yang sudah ada, dan menyiapkan dasar hukum yang memungkinkan regulator untuk mengambil langkah-langkah stabilisasi pasar dalam keadaan darurat, dengan mengambil contoh, termasuk kerangka kerja leverage fleksibel Hong Kong.
Kementerian mengatakan langkah-langkah tersebut akan segera dilaksanakan, sementara langkah-langkah pengamanan yang telah diumumkan sebelumnya, termasuk menaikkan persyaratan setoran tunai minimum menjadi 30 juta won (US$ 20.646), akan berlaku mulai 31 Juli.
Baca Juga: AS Peringatkan Video dari Ponsel Prajurit Bisa Bantu Iran Serang Pangkalan
Korea Selatan telah menghentikan pencatatan saham baru produk saham tunggal dan melarang iklan untuk produk tersebut.
Indeks KOSPI turun 5,98% pada hari Rabu, setelah turun 10,84% pada sesi sebelumnya. Pihak berwenang mengatakan mereka akan terus memantau pasar keuangan sepanjang waktu dan menerapkan kebijakan yang tersedia jika diperlukan.
($1 = 1.453,0700 won)














