kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Korea Utara Hancurkan Monumen Simbol Persahabatan dengan Korea Selatan


Sabtu, 27 Januari 2024 / 09:25 WIB
ILUSTRASI. Orang-orang mengambil bagian dalam perayaan Hari Pembebasan Nasional di dekat Lengkungan Reunifikasi di kota Pyongyang, Korea Utara 14 Agustus 2005.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Korea Utara dilaporkan telah merobohkan sebuah monumen bersejarah yang melambangkan persatuan dengan Korea Selatan. Penghancuran ini sepertinya ada di bawah perintah sang pemimpin, Kim Jong Un.

Hilangnya monumen persatuan ini pertama kali terlacak oleh NK News, sebuah outlet berita yang memantau aktivitas Korea Utara.

Citra satelit Kota Pyongyang pada hari Selasa (24/1) menunjukkan bahwa monumen tersebut tidak lagi berada di tempatnya.

Situasi ini semakin menunjukkan bahwa tensi di Semenanjung Korea mulai memanas. Terlebih lagi, Korea Selatan dan Amerika Serikat baru-baru ini menunjukkan manuver militer di kawasan tersebut untuk merespons uji coba rudal Korea Utara.

Baca Juga: Korea Utara Mulai Merancang Pembangunan Ekonomi di Wilayah Luar Ibu Kota

Kim Jong Un: Monumen Itu Merusak Pemandangan

Monumen persatuan, atau biasanya disebut Arch of Reunification (Lengkungan Reunifikasi), melambangkan harapan untuk reunifikasi Korea yang diselesaikan setelah pertemuan puncak antar-Korea pada tahun 2000.

Monumen itu secara resmi disebut Monument to the Three Charters for National Reunification (Monumen Tiga Piagam Reunifikasi Nasional), berdiri setinggi 30 meter dan merupakan simbol dari tiga piagam, yaitu kemandirian, perdamaian dan kerja sama nasional.

Baca Juga: Situasi Memanas, Kim Jong Un Sebut Korea Selatan sebagai Musuh Utama

Dalam pidatonya di Majelis Rakyat Tertinggi pada tanggal 15 Januari lalu, Kim menyebut monumen itu merusak pemandangan. 

Pada kesempatan itu juga Kim mengatakan bahwa Korea Selatan adalah musuh utama yang tidak mungkin berubah.

Korea Utara telah berjanji untuk "memusnahkan" Korea Selatan jika tetangganya itu memutuskan untuk menyerangnya bersama dengan Amerika Serikat. 




TERBARU

[X]
×