kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Korea Utara tembakkan lagi dua rudal balistik, Trump: AS-Korut punya hubungan baik


Sabtu, 24 Agustus 2019 / 12:48 WIB
Korea Utara tembakkan lagi dua rudal balistik, Trump: AS-Korut punya hubungan baik
ILUSTRASI. Korea Utara menambakkan lagi dua rudal balistik, Sabtu pagi (24/8).

Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Utara kembali menembakkan dua rudal balistik jarak pendek ke laut lepas pantai timur negeri itu pada Sabtu (24/8). Militer Korea Selatan menyebut, peluncuran rudal terbaru ini merupakan serangkaian peluncuran dalam beberapa pekan terakhir di tengah pembicaraan denuklirisasi yang mandek.

Peluncuran dua rudal balistik itu adalah yang ketujuh oleh Korea Utara sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu di perbatasan antar-Korea pada bulan Juni 2019 lalu.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JSC) seperti dilansir Reuters menyebutkan, Korea Utara telah menembakkan rudal balistik jarak pendek pada Sabtu sekitar pukul 06:45 dan 07:02 KST (2145 dan 2202 GMT Jumat) dari sekitar Sondok di Hamgyong Selatan propinsi. Sondok adalah situs lapangan terbang militer Korea Utara.

Baca Juga: Korea Selatan ajak unifikasi, Korea Utara tembakkan dua rudal

Rudal terbang sekitar 380 km (236 mil) dan mencapai ketinggian sekitar 97 km (60 mil), tertinggi dari sembilan peluncuran Korea Utara tahun ini.

Peluncuran rudal ini membuat rumit upaya untuk memulai kembali perundingan antara AS dan negosiator Korea Utara tentang masa depan senjata nuklir dan program rudal balistik Pyongyang.

Kedua pemimpin sepakat pada bulan Juni 2019 lalu untuk memulai kembali perundingan tingkat kerja tetapi Amerika Serikat sejauh ini tidak berhasil dalam upayanya untuk membuat pembicaraan kembali berjalan. Proses itu terhenti sejak pertemuan puncak kedua yang gagal antara Trump dan Kim di Hanoi pada Februari 2019.

Baca Juga: Waspada, Korut curi dana dari bank dan bursa kripto Rp 28 triliun

Awal bulan ini, Trump menyebutkan Kim mengatakan kepadanya bahwa dia siap melanjutkan pembicaraan mengenai program-program nuklir dan rudal Korea Utara dan akan menghentikan pengujian rudal segera setelah latihan militer AS-Korea Selatan berakhir.

"Namun, sementara latihan militer bersama telah usai, Korea Utara terus meluncurkan peluncuran yang menimbulkan "keprihatinan kuat"," kata Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan (NSC) yang dilansir Reuters, Sabtu (24/8).

Setelah peluncuran terbaru rudal balistik Korea Utara itu, Trump mengatakan, Amerika Serikat memiliki hubungan yang baik dengan Korea Utara. "Kim Jong Un telah ... cukup jujur ​​dengan saya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Korea Utara telah berulang kali mengritik latihan bersama yang sebagian besar disimulasikan komputer dalam beberapa pekan terakhir, serta impor senjata teknologi tinggi Korea Selatan seperti jet stealth F-35 dan pengujian A.S. terhadap rudal jelajah jarak menengah, sebagai ancaman dan menghambat dialog.

Diplomat top Korea Utara menyebut Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebagai "racun diehard" dengan mengatakan: "Kami siap untuk dialog dan kebuntuan."

Baca Juga: Korea Utara tembakkan lagi rudal ketiga, Donald Trump anggap enteng

Pernyataan itu dikeluarkan setelah utusan AS untuk Korea Utara Stephen Biegun berada di Seoul minggu ini untuk membahas cara-cara agar negosiasi kembali ke jalurnya.

NSC Korea Selatan meminta Korea Utara untuk berhenti meningkatkan ketegangan militer dan setuju untuk melakukan upaya diplomatik untuk membawa Korea Utara ke meja perundingan dengan Amerika Serikat sesegera mungkin.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan: "Kami mengetahui laporan peluncuran rudal dari Korea Utara dan terus memantau situasi. Kami berkonsultasi erat dengan sekutu Jepang dan Korea Selatan kami. "

Baca Juga: Jepang dikabarkan mengizinkan ekspor lanjutan bahan teknologi tinggi ke Korsel

Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya mengatakan peluncuran rudal Korea Utara adalah pelanggaran yang jelas terhadap resolusi AS dan tidak dapat diabaikan. Dia mengkonfirmasi bahwa rudal terbaru jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang dan tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan Jepang.

Kantor berita Jepang Jiji melaporkan proyektil terbaru yang diluncurkan oleh Korea Utara adalah rudal balistik. Jepang sendiri telah mengajukan protes keras terhadap Pyongyang.




TERBARU

Close [X]
×