kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.537   7,00   0,04%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Korea Utara Tuding AS dan Korea Selatan Terbangkan Pesawat Mata-Mata dan Kirim Kapal


Senin, 27 Mei 2024 / 05:41 WIB
ILUSTRASI. Korea Utara menuduh Amerika Serikat dan Korea Selatan meningkatkan aktivitas pengintaian di sekitar perbatasan antar-Korea. REUTERS/Edgar Su


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pada Minggu (26/5/2024), Kementerian pertahanan Korea Utara menuduh Amerika Serikat dan Korea Selatan meningkatkan aktivitas pengintaian di sekitar perbatasan antar-Korea. 

Melansir Reuters yang mengutip KCNA, Korea Utara juga memperingatkan bahwa mereka akan bertindak jika kedaulatan dan keamanannya dilanggar.

Wakil Menteri Pertahanan Korea Utara Kim Gang Il mengatakan AS telah menerbangkan setidaknya 16 pesawat pengintai strategis RC-135 dan U-2S serta drone RQ-4B di semenanjung Korea antara 13 dan 24 Mei.

Ia juga menuduh angkatan laut dan penjaga pantai Korea Selatan memicu ketegangan militer dengan meningkatkan aktivitas patroli dan semakin sering melanggar perbatasan maritim.

Kim juga mengkritik selebaran propaganda yang dikirim dalam bentuk balon dari Korea Selatan, dan menyebutnya sebagai "provokasi yang berbahaya".

Baca Juga: Pejabat Korsel: Korea Utara Bersiap Meluncurkan Kembali Satelit Mata-Mata

Para pembelot dan aktivis Korea Utara di Korea Selatan secara teratur mengirimkan balon berisi selebaran anti-Pyongyang, bersama dengan makanan, obat-obatan, uang, radio mini, dan stik USB yang berisi berita dan drama Korea Selatan.

“Bahkan sekarang, angkatan udara boneka AS dan Korea Selatan terus memobilisasi berbagai pesawat dengan sedikit atau tanpa jeda waktu sepanjang hari, melakukan aktivitas pengintaian udara pada tingkat yang sebanding dengan situasi masa perang,” kata Kim dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh KCNA.

Baca Juga: Korea Selatan Jatuhkan Sanksi terhadap Warga Korut dan Dua Kapal Rusia

Dia menambahkan, kegiatan-kegiatan tersebut secara serius melanggar kedaulatan dan keamanan nasional Korea Utara, dan tidak akan ditanggapi dengan tindakan balasan yang bersifat "ofensif".

“Kami akan segera bertindak ketika kedaulatan dan kepentingan keamanan negara dilanggar,” tambah Kim.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×