Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Korea Selatan disebut akan mengumumkan rincian rencana investasinya di Amerika Serikat (AS) senilai US$350 miliar pada Jumat (18/9/2026). Informasi tersebut disampaikan seorang anggota parlemen Korea Selatan saat mengajukan pertanyaan kepada calon menteri keuangan negara tersebut.
Anggota parlemen dari Partai Demokrat (DP) yang berkuasa, Yoon Hu-duk, menyampaikan pernyataan itu dalam sesi uji kelayakan terhadap Lee Hyoung-il, calon menteri keuangan Korea Selatan. Dalam sidang yang berlangsung selama beberapa jam tersebut, Yoon juga menanyakan sejumlah proyek yang tengah dibahas sebagai bagian dari komitmen investasi Seoul di AS.
"Trump dijadwalkan mengumumkan investasi Korea Selatan di AS pada 18 September," kata Yoon.
Lee mengatakan persoalan tersebut masih dalam tahap konsultasi. Ia menambahkan bahwa dirinya akan memberikan komentar setelah pembahasan antara kedua negara selesai.
Lima proyek investasi Korea Selatan di AS
Dalam sidang tersebut, Yoon juga menyebut sejumlah proyek yang sebelumnya telah diberitakan media sebagai bagian dari rencana investasi Korea Selatan di AS.
Proyek tersebut antara lain pembangunan proyek gas di Texas, pembangunan delapan reaktor nuklir, serta proyek gas alam cair (LNG) di Alaska.
Baca Juga: Apple Diselidiki Regulator India Terkait Kerusakan iPhone Setelah Update iOS 18
Yoon mengatakan proyek keempat tampaknya berkaitan dengan permintaan AS untuk melakukan pemrosesan ulang sekitar 4.000 ton material nuklir. Sementara proyek kelima berkaitan dengan teknologi penangkapan karbon.
Namun, Lee mengatakan pemerintah tidak dapat mengungkapkan rincian pembicaraan bilateral yang masih berlangsung.
Yoon tidak menjelaskan sumber informasi mengenai proyek-proyek tersebut. Pemerintah Korea Selatan juga belum mengonfirmasi rincian negosiasi tersebut.
Meski demikian, seorang sumber yang mengetahui langsung persoalan tersebut mengatakan Kementerian Perindustrian Korea Selatan telah memberikan pengarahan kepada anggota parlemen dari Partai Demokrat pada pekan lalu. Media lokal juga telah memberitakan cakupan sejumlah proyek yang sedang dibahas.
Menteri Perindustrian Korea Selatan Kim Jung-kwan pada Minggu (13/9) mengatakan kedua negara telah mendekati kesepakatan dalam banyak isu. Namun, dia mengingatkan masih terdapat sejumlah persoalan yang belum terselesaikan.
Menanggapi pernyataan Yoon, kantor anggota parlemen tersebut mengatakan pemerintah belum mengonfirmasi rincian yang disampaikan sehingga pihaknya tidak dapat memverifikasinya.
Kementerian Perindustrian Korea Selatan menolak memberikan komentar. Kedutaan Besar AS di Seoul dan Gedung Putih juga belum segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Kesepakatan investasi US$350 miliar
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mencapai kesepakatan perdagangan pada Oktober tahun lalu. Dalam kesepakatan tersebut, Korea Selatan berkomitmen menanamkan investasi sebesar US$350 miliar di sektor manufaktur AS.
Baca Juga: Google Diselidiki Polisi India soal 500.000 Akun Gmail Palsu Terkait Teror Bom
Sebagai imbalannya, Washington sepakat membatasi tarif impor produk Korea Selatan menjadi 15%. Dari total komitmen tersebut, sekitar US$150 miliar dialokasikan untuk sektor industri galangan kapal.
Namun, implementasi kesepakatan perdagangan tersebut mengalami sejumlah penundaan. Kondisi itu bahkan mendorong Trump mengancam akan mengenakan tarif yang lebih tinggi terhadap Korea Selatan pada awal tahun ini.
Dalam sidang yang sama, calon Menteri Keuangan Lee Hyoung-il juga ditanya apakah nilai berbagai proyek yang sedang dibahas berpotensi melampaui batas investasi Korea Selatan sebesar US$200 miliar.
Lee menegaskan pemerintah akan menjaga nilai investasi tetap berada dalam batas tersebut dan melakukan negosiasi berdasarkan ketentuan itu.
Sementara itu, anggota parlemen dari partai oposisi, Bae June-young, mengatakan komite-komite parlemen diperkirakan akan mendapatkan pengarahan pada Kamis (17/9) mengenai rencana investasi Korea Selatan di AS.














