Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - Kozo Tashima, Presiden Kehormatan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA), mengumumkan niatnya untuk maju sebagai kandidat dalam pemilihan presiden FIFA.
Jika pencalonannya memenuhi persyaratan, Tashima akan menjadi salah satu penantang Gianni Infantino yang berambisi mempertahankan jabatannya untuk periode ketiga.
Tashima membawa misi memperkenalkan nilai-nilai sepak bola Jepang yang menurutnya menjunjung kejujuran, kesehatan organisasi, dan integritas.
Tashima menyampaikan keinginannya maju dengan dukungan penuh JFA. Namun, pencalonannya masih membutuhkan dukungan minimal lima dari 211 asosiasi anggota FIFA.
Baca Juga: UEFA Bergerak Diam-Diam untuk Lawan Gianni Infantino di Pemilihan Presiden FIFA
Misi Bawa Nilai Sepak Bola Jepang ke FIFA
Mengutip Sports Illustrated, Kozo Tashima berusia 68 tahun dan saat ini menjabat sebagai Presiden Kehormatan JFA.
Ia menyatakan ingin membawa nilai-nilai yang selama ini dijaga sepak bola Jepang ke tingkat internasional, terutama sikap jujur, sehat, dan berintegritas.
"Ini bukan tentang menang atau kalah, melainkan menyampaikan kepada dunia sikap jujur, sehat, dan berintegritas yang telah dibangun sepak bola Jepang," ujar Tashima kepada media Jepang, Sports Nippon.
"FIFA membutuhkan nilai-nilai yang selama ini kami jaga. Saya memutuskan maju untuk menyampaikan hal tersebut kepada dunia," pungkasnya.
Baca Juga: FIFA Ungkap Gaji Gianni Infantino, Capai Rp104 Miliar pada 2025
Kozo Tashima, Mantan Pemain dan Pelatih Timnas Jepang
Sebelum terjun ke administrasi sepak bola, Tashima pernah berkarier sebagai pemain profesional. Ia mengoleksi tujuh penampilan bersama tim nasional Jepang.
Pada era 1980-an, Tashima juga pernah memperkuat Furukawa Electric di Japan Soccer League, kompetisi sepak bola Jepang yang kini sudah tidak lagi beroperasi.
Setelah mengakhiri karier sebagai pemain, ia beralih menjadi pelatih. Tashima pernah menangani sejumlah kelompok usia tim nasional Jepang, termasuk memimpin Jepang U-17 pada Piala Dunia U-17 2001.
Kariernya kemudian berlanjut ke organisasi sepak bola. Ia menjabat sebagai Presiden JFA selama delapan tahun sebelum mengakhiri masa jabatannya pada 2024.
Posisi tersebut kemudian diteruskan oleh Tsuneyasu Miyamoto. Sejak saat itu, Tashima menyandang jabatan Presiden Kehormatan JFA.
Baca Juga: FIFA Janji Guyur Dana Rp448 Miliar ke Anggota, Strategi Infantino Cari Dukungan?
Kandidat Lain yang Ingin Menantang Gianni Infantino
Selain Tashima dan Infantino, mantan pemain tim nasional Swiss, Ramon Vega, juga telah menyatakan keinginannya untuk maju dalam pemilihan Presiden FIFA.
Vega pernah memperkuat sejumlah klub, termasuk Tottenham Hotspur dan Celtic.
Ia mengusung agenda reformasi untuk menyatukan komunitas sepak bola dunia, memodernisasi FIFA, serta memulihkan kepercayaan terhadap organisasi tersebut.
Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 dalam Kongres FIFA ke-77 di Rabat, Maroko.
Dengan munculnya Tashima dan Vega sebagai calon penantang, Infantino berpotensi menghadapi persaingan dari sejumlah tokoh dengan latar belakang berbeda.
Baca Juga: Gianni Infantino Usulkan Perubahan Tata Kelola FIFA, Ini Rencananya













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
