Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) secara resmi menarik dukungannya terhadap pencalonan Infantino untuk kembali menjadi Presiden FIFA.
Keputusan tersebut diambil secara bulat oleh komite eksekutif FFF pada Kamis (10/9). Padahal, Prancis sebelumnya telah memberikan dukungan kepada Infantino untuk maju dalam pemilihan presiden FIFA yang akan digelar pada Maret mendatang.
Presiden FFF Philippe Diallo mengatakan sejumlah keputusan dan inisiatif Infantino telah membuat federasi Prancis kehilangan kepercayaan.
Ia bahkan menilai kepemimpinan Infantino telah memberikan dampak serius terhadap citra dan persatuan sepak bola dunia.
“Inisiatifnya selama dan setelah Piala Dunia telah sangat merusak citra dan persatuan sepak bola. Akibatnya, kami menilai kepercayaan telah rusak,” ujar Diallo, dikutip The Guardian.
Baca Juga: Skandal Pelanggaran Chelsea Kembali Mencuat, 12 Trofi Bisa Berpindah ke Rival
Rencana Penjualan Piala Dunia Jadi Pemicu
Salah satu persoalan utama yang membuat FFF mengubah sikap adalah rencana komersialisasi atau “sell-off” Piala Dunia yang sempat dikembangkan FIFA.
Rencana tersebut terungkap pada Juli dan langsung mendapat penolakan luas. UEFA bahkan sempat mengancam memboikot kompetisi FIFA, sementara sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris dan Wales, menarik dukungan terhadap Infantino.
FFF sebelumnya menyatakan memiliki keraguan dan keprihatinan mendalam terhadap rencana tersebut. Meski proyek akhirnya dibatalkan, Diallo menilai pencabutan rencana itu belum cukup untuk memulihkan kepercayaan.
Menurutnya, perubahan besar terhadap sepak bola tidak seharusnya dilakukan secara sepihak dan tanpa transparansi, terlebih ketika menyangkut aset yang dimiliki bersama oleh dunia sepak bola.
“Ketika Anda membuat perubahan terhadap permainan itu sendiri dengan cara sepihak dan tidak transparan untuk menjual aset bersama kita, hal itu mengubah penilaian kami,” kata Diallo.
FFF juga menyoroti sejumlah peristiwa selama Piala Dunia. Salah satunya adalah keputusan FIFA membatalkan hukuman terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, setelah adanya lobi dari Presiden AS Donald Trump.
Baca Juga: Pemilihan Presiden FIFA 2027: Gianni Infantino Kembali Mencalonkan Diri
Prancis Dorong Reformasi FIFA
Diallo menegaskan Prancis tidak menganggap seluruh masa kepemimpinan Infantino gagal. Ia mengakui sejumlah perkembangan positif dalam sepak bola memang terjadi selama Infantino menjabat.
Namun, menurutnya, cara FIFA mengambil keputusan dalam sejumlah persoalan besar telah mengubah pandangan Prancis terhadap kepemimpinan Infantino.
“Prancis adalah salah satu anggota pendiri FIFA dan memiliki legitimasi historis untuk bertindak ketika kami merasa FIFA dan presidennya menyimpang dari visi kami tentang bagaimana sepak bola dunia seharusnya dijalankan,” lanjut Diallo.
FFF kini menyatakan akan berperan aktif dalam pencarian kandidat alternatif yang akan menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA.
Prancis juga berencana berkonsultasi dengan sejumlah tokoh yang dianggap memiliki keahlian dalam bidang transparansi dan tata kelola sepak bola.
Salah satu nama yang disebut Diallo adalah Kevin Lamour, mantan kepala operasional FIFA yang diberhentikan setelah mengkritik rencana komersialisasi Piala Dunia.
Baca Juga: New York-New Jersey Raup Rp61,9 Triliun dari Piala Dunia 2026














