kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Sejarah Perang Falklands yang Memicu Rivalitas Inggris vs Argentina di Sepak Bola


Kamis, 16 Juli 2026 / 05:46 WIB
Sejarah Perang Falklands yang Memicu Rivalitas Inggris vs Argentina di Sepak Bola
ILUSTRASI. Inggris vs Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Atlanta, Atlanta, Georgia, AS - 15 Juli 2026. (REUTERS/Lee Smith)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Argentina sukses menyingkirkan The Three Lions dengan skor 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung Kamis (16/7/2026) pagi WIB, sekaligus memastikan satu tempat di partai final menghadapi Spanyol.

Setiap kali Inggris dan Argentina bertemu, pertandingan hampir selalu berlangsung panas. Penyebabnya ternyata sudah ada jauh sebelum kedua tim sering bentrok di Piala Dunia.

Ada sejarah panjang yang berawal dari Perang Falklands pada 1982 yang mewarnai rivalitas tersebut.

Baca Juga: Didier Deschamps Pamit dari Timnas Prancis, Warisan 14 Tahun Sulit Ditandingi

Sejarah Perebutan Kepulauan Falklands

Mengutip Encyclopaedia Britannica, Kepulauan Falklands merupakan gugusan pulau di Samudra Atlantik Selatan yang berada sekitar 480 kilometer dari pesisir Argentina.

Inggris mengambil alih wilayah tersebut pada 1833. Namun, Argentina tidak pernah mengakui kedaulatan Inggris dan terus mengklaim Falklands sebagai bagian dari wilayahnya.

Ketegangan memuncak pada April 1982 ketika pemerintahan militer Argentina mengirim pasukan untuk merebut kepulauan yang mereka kenal sebagai Kepulauan Malvinas itu.

Inggris merespons dengan mengirim armada laut dan pasukan militer. Konflik berlangsung selama 74 hari hingga Argentina menyerah pada Juni 1982.

Perang tersebut menewaskan sekitar 649 tentara Argentina dan 255 personel militer Inggris. Meski telah berakhir lebih dari empat dekade lalu, sengketa atas Kepulauan Falklands masih menjadi isu sensitif bagi kedua negara.

Baca Juga: Unai Simon Pimpin Daftar Clean Sheet Piala Dunia 2026, Bidik Rekor Barthez

Konflik Politik Merembet ke Sepak Bola

Hanya empat tahun setelah perang berakhir, Inggris dan Argentina bertemu di perempat final Piala Dunia 1986.

Dalam pertandingan tersebut, Diego Maradona membawa Argentina unggul melalui gol kontroversial yang dicetak menggunakan tangan. Wasit tidak melihat pelanggaran tersebut sehingga gol tetap disahkan.

Gol itu kemudian dikenal sebagai Hand of God alias Gol Tangan Tuhan.

Empat menit berselang, Maradona kembali mencetak gol spektakuler setelah menggiring bola dari area sendiri dan melewati sejumlah pemain Inggris.

Gol tersebut juga sangat legendaris dan hingga kini dikenang sebagai Goal of the Century.

Argentina menang 2-1 dan akhirnya keluar sebagai juara Piala Dunia 1986.

Dalam laporan CBS Sports, Maradona kemudian mengakui bola memang sempat mengenai tangannya. Ia bahkan menyebut gol tersebut sebagai "balas dendam simbolis" atas kekalahan Argentina dalam Perang Falklands.

Baca Juga: Daftar Pemain dengan Kemenangan Terbanyak di Piala Dunia, Messi Memimpin

Semifinal Piala Dunia 2026 Tambah Babak Baru

Pertemuan di semifinal Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa rivalitas tersebut belum mereda.

Inggris sempat unggul lebih dulu. Namun Argentina mampu membalikkan keadaan dan menang 2-1 untuk mengamankan tiket ke final menghadapi Spanyol.

Setelah ini, Inggris akan menghadapi Prancis di laga perebutan tempat ketiga, yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (19/7) pukul 04.00 WIB.

Baca Juga: Statistik Unik Messi di Piala Dunia 2026: Banyak Jalan Kaki, Tetap Rajai Top Skor




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×