kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Krisis Bolivia Makin Gawat, Presiden Rodrigo Paz Umumkan Keadaan Darurat


Sabtu, 20 Juni 2026 / 15:16 WIB
Krisis Bolivia Makin Gawat, Presiden Rodrigo Paz Umumkan Keadaan Darurat
ILUSTRASI. BOLIVIA-PROTEST/ (REUTERS/Claudia Morales)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - LA PAZ. Krisis di Bolivia semakin menjadi pada Sabtu (20/6/2026), ketika Presiden Rodrigo Paz menyatakan keadaan darurat. Ini memungkinkan pengerahan militer yang lebih luas untuk membersihkan blokade dan memulihkan ketertiban setelah protes menghentikan perekonomian selama 50 hari terakhir.

Langkah tersebut merupakan pesan langsung kepada bangsa hanya beberapa jam setelah Paz mengumumkan kesepakatan yang dicapai pada hari Jumat dengan serikat pekerja utama, Konfederasi Pekerja Bolivia (COB), yang bertujuan untuk meredakan ketegangan.

Seperti dikutip Reuters, konflik awalnya meletus setelah Paz tiba-tiba memangkas subsidi bahan bakar yang telah lama berlaku untuk mengurangi defisit, di tengah memburuknya krisis dolar dan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF).

Baca Juga: Utusan AS dan Iran Akan Bertemu di Swiss, Gencatan Senjata Lebanon Jadi Kunci

Meskipun ada langkah-langkah selanjutnya untuk menstabilkan harga bahan bakar dan membatalkan reformasi agraria yang tidak populer, protes meningkat menjadi ketidakpuasan yang lebih luas, dengan serikat pekerja menuntut kenaikan upah, diakhirinya kekurangan bahan bakar dan dolar, dan pengunduran diri Paz.

Kelompok-kelompok pengunjuk rasa, banyak di antaranya bersekutu dengan mantan Presiden sayap kiri Evo Morales, telah memblokir jalan-jalan utama, menyebabkan truk-truk terhenti dan menghambat pasokan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan ke banyak daerah, termasuk La Paz.

Deklarasi keadaan darurat memberi Paz alat konstitusional yang lebih luas untuk memulihkan ketertiban, seperti mengirim pasukan bersenjata untuk membersihkan blokade.

Baca Juga: Fenomena Impor Kedelai China: AS Naik, Brasil Malah Turun




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×