Sumber: Bloomberg |
SYDNEY. Tanpa diduga, perekonomian Australia terjungkal di kuartal keempat tahun lalu untuk yang pertama kalinya dalam delapan tahun ini. Penyebabnya, kinerja ekspor dan sektor properti yang memburuk, meningkatnya tekanan bank sentral untuk mulai memangkas suku bunganya kembali.
Gross domestic product (GDP) anjlok 0,5% dari kuartal ketiga; dan hanya tumbuh 0,1%. Hal ini dibeberkan oleh Bureau of Statistics di Sydney hari ini (4/3). Perkiraan tengah 23 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg menyebutkan bahwa Negeri Kanguru ini akan mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,2%.
Nilai tukar mata uang Australia juga melemah lantaran negara ini sudah memasuki masa resesi untuk pertama kalinya dalam dua dekade belakangan.
"Penurunan telah tiba," tegas David de Garis, Senior Economist untuk National Australia Bank Ltd. di Sydney. Menurutnya, resesi global akan menggiring perekonomian Australia untuk turun di tahun kerbau ini. "Akan ada pemangkasan suku bunga lagi tahun ini," imbuhnya.
Perekonomian Australia telah tumbuh 0,3% di kuartal keempat tahun lalu, dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya .
Tapi Australia tak sendirian. Perekonomian di Inggris, Jerman, Prancis, Italia dan Canada juga menyusut di bulan Desember tahun lalu.













