kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.513   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.735   -124,36   -1,81%
  • KOMPAS100 896   -19,90   -2,17%
  • LQ45 659   -11,15   -1,66%
  • ISSI 244   -4,20   -1,70%
  • IDX30 372   -4,71   -1,25%
  • IDXHIDIV20 456   -5,92   -1,28%
  • IDX80 102   -1,89   -1,82%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,19   -0,99%

Kurangi Ketergantungan ke China, Maersk Jajaki Etanol Sebagai Bahan Bakar


Minggu, 11 Januari 2026 / 17:23 WIB
Kurangi Ketergantungan ke China, Maersk Jajaki Etanol Sebagai Bahan Bakar
ILUSTRASI. Maersk mempertimbangkan meningkatkan penggunaan etanol sebagai bahan bakar (REUTERS/Michael Kooren )


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - KOPENHAGEN. Perusahaan pelayaran Denmark, Maersk, sedang mempertimbangkan meningkatkan penggunaan etanol sebagai bahan bakar. Langkah tersebut diharap dapat mengurangi ketergantungan pada China dan mendorong upaya dekarbonisasi industri.

CEO Maersk Vincent Clerc menyebut, seperti diberitakan Financial Times, meskipun China mendominasi pasar bahan bakar seperti metanol hijau, Amerika Serikat dan Brasil adalah produsen etanol terkemuka di dunia. Karena itu, ia yakin langkah peralihan ini akan didukung.

"Jika semua keuntungan hanya ada di China, maka beberapa negara akan keberatan," tutur Clerc, dikutip oleh FT, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Baca Juga: Ini Untung Rugi Penggunaan Etanol dalam Bahan Bakar

Clerc menyebut, keuntungan dari langkah perusahaannya beralih ke etanol akan membuat transisi hijau ini memberikan keuntungan ke lebih banyak negara.

Sektor pelayaran menghadapi kesulitan yang lebih besar daripada kebanyakan sektor lain dalam menurunkan emisi. Sebab, penurunan emisi membutuhkan modifikasi mahal pada kapal yang sudah ada atau kapal baru yang dapat beroperasi dengan bahan bakar ramah lingkungan.

Akhir tahun lalu, perusahaan pelayaran Hapag-Lloyd dan North Sea Container Line (NCL) memenangkan tender menggunakan bahan bakar rendah emisi yang berasal dari hidrogen pada kapal kontainer mulai 2027.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×