Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Foxconn, produsen elektronik kontrak terbesar di dunia asal Taiwan, mencatat kenaikan laba bersih sebesar 35% pada kuartal II 2026. Kinerja tersebut melampaui ekspektasi analis, didorong oleh permintaan yang tetap kuat terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI).
Foxconn, yang secara resmi bernama Hon Hai Precision Industry, membukukan laba bersih sebesar 59,97 miliar dolar Taiwan atau sekitar US$1,86 miliar pada periode April-Juni 2026. Capaian ini lebih tinggi dibandingkan konsensus analis LSEG sebesar 58,8 miliar dolar Taiwan dan meningkat dari 44,4 miliar dolar Taiwan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam laporan kinerjanya, Foxconn mempertahankan proyeksi sebelumnya bahwa pendapatan perusahaan akan mencatat pertumbuhan "kuat" sepanjang tahun ini. Perusahaan juga menyatakan permintaan AI yang kuat diperkirakan terus menjadi pendorong pertumbuhan hingga akhir tahun.
Foxconn tidak memberikan proyeksi pertumbuhan dalam bentuk angka.
Pada Juli 2026, Foxconn telah melaporkan pendapatan kuartal II yang melonjak 40% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut memperkuat optimisme perusahaan terhadap prospek bisnis yang berkaitan dengan AI dan pusat data.
Baca Juga: Korea Selatan Umumkan Tujuh Proyek Teknologi Pendorong Ekonomi Masa Depan
Perluas Produksi di Luar China
Foxconn merupakan salah satu mitra manufaktur utama Apple untuk perakitan iPhone sekaligus produsen server terbesar bagi Nvidia. Sebagian besar iPhone yang diproduksi Foxconn untuk Apple masih dirakit di China. Namun, perusahaan kini memproduksi sebagian besar iPhone yang dijual di Amerika Serikat di India.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Foxconn untuk memperluas basis produksinya di luar China. Perusahaan juga tengah membangun sejumlah fasilitas produksi di Meksiko dan Texas yang akan digunakan untuk memproduksi server AI bagi Nvidia.
Ekspansi tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan industri teknologi terhadap infrastruktur komputasi untuk mendukung perkembangan AI generatif dan berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan.
Selain bisnis elektronik dan server AI, Foxconn juga tengah berupaya memperluas kehadirannya di sektor kendaraan listrik.
Foxconn dijadwalkan menggelar paparan kinerja atau earnings call pada Rabu di Taipei.
Baca Juga: Drone Ukraina Serang Terminal Gandum Rusia, Operasional Dihentikan
Saham Foxconn Tertinggal dari Bursa Taiwan
Meski kinerja laba meningkat signifikan, saham Foxconn masih tertinggal dari penguatan indeks saham Taiwan sepanjang tahun ini.
Saham Foxconn telah naik sekitar 17% sejak awal 2026. Namun, kenaikan tersebut masih jauh di bawah indeks utama Taiwan yang telah menguat sekitar 57% pada periode yang sama.
Pada perdagangan Rabu sebelum laporan kinerja dirilis, saham Foxconn ditutup menguat 2,7%.
Kinerja laba Foxconn yang melampaui ekspektasi analis menunjukkan bahwa lonjakan permintaan terkait AI masih memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.
Ekspansi kapasitas produksi server AI serta diversifikasi manufaktur ke India, Meksiko, dan Amerika Serikat juga menjadi bagian penting dari strategi Foxconn menghadapi perubahan rantai pasok global.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
