Sumber: Reuters | Editor: Putri Werdiningsih
KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Perusahaan energi asal Malaysia, Petroliam Nasional Bhd (Petronas) mengatakan sedang menjalani 'transformasi strategis' untuk mengatasi tantangan operasional setelah melaporkan penurunan laba pada Jumat (29/8/2025).
Sepanjang semester I 2025, Petronas membukukan laba setelah pajak sebesar 26,2 miliar ringgit (atau setara US$ 6,2 miliar). Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah tersebut turun 19% dari 32,4 miliar ringgit.
Manajemen menyebut ini terjadi karena beberapa operasi yang dihentikan, pergerakan valuta asing yang tidak menguntungkan dan realisasi rata-rata yang lebih rendah, sejalan dengan penurunan harga patokan.
Baca Juga: Pupuk Indonesia dan Petronas Chemicals Perkuat Kerja Sama Strategis
Dari sisi pendapatan, pada semester I juga terjadi penurunan sekitar 24% menjadi 132,6 miliar ringgit. Padahal tahun lalu pendapatan perseroan sempat mencapai angka 173,6 miliar ringgit.
Petronas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka memperkirakan harga minyak akan tetap lemah karena ketegangan geopolitik yang terus-menerus, ketidakpastian ekonomi makro, lanskap peraturan yang berkembang. Nantinya transformasi strategis yang dilakukan akan fokus pada peningkatan portofolio dan kemitraan strategis, serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi biaya.
"Meskipun ada tantangan yang semakin berat, Petronas dengan tegas berkomitmen untuk terus memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pemangku kepentingan kami serta berkontribusi untuk membangun sistem energi yang kuat dan dan aman untuk masa depan yang berkelanjutan," kata Kepala Eksekutif Petronas Tengku Muhammad Taufik seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/8/2025).
Baca Juga: Ledakan Besar di Pipa Gas Petronas Malaysia, Puluhan Orang Terluka dan Rumah Rusak
Bisnis hulu perusahaan melaporkan penurunan laba setelah pajak sebesar 16,5 miliar ringgit pada paruh pertama tahun ini dan bisnis gas dan maritim naik menjadi 10,4 miliar ringgit. Sementara segmen hilir membukukan kerugian bersih sebesar 900 juta ringgit. Investasi modal khususnya untuk pengembangan hulu dan kegiatan produksi mencapai 17,7 miliar ringgit.
Petronas juga melaporkan peningkatan emisi karbon sebesar 1,5% untuk pada paruh pertama tahun 2025. Namun mereka tetap berkomitmen untuk untuk meningkatkan cara pengelolaan emisinya.