Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Para pemimpin China memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh senior Partai Komunis, Song Ping, yang meninggal dunia pada usia 109 tahun.
Ia dikenal sebagai anggota paling lama hidup dari badan pengambil keputusan tertinggi dalam Partai Komunis China.
Presiden Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, serta anggota Komite Tetap Politbiro lainnya menghadiri upacara penghormatan di Beijing pada Selasa (10/3/2026).
Upacara tersebut menutup perjalanan politik panjang Song yang membentang melintasi lima generasi kepemimpinan di Republik Rakyat China.
Baca Juga: WHO Peringatkan “Hujan Hitam” di Iran Berpotensi Sebabkan Gangguan Pernapasan
Dalam prosesi tersebut, para pemimpin berdiri hening dan kemudian membungkuk tiga kali di depan jenazah Song yang diselimuti bendera merah Partai Komunis sebelum dikremasi. Acara itu juga disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah China Central Television (CCTV).
Kantor berita pemerintah Xinhua News Agency menggambarkan Song sebagai sosok yang mengabdikan hidupnya bagi perjuangan revolusi dan pembangunan negara.
Song lahir pada 1917 dari keluarga petani di provinsi Shandong. Ia bergabung dengan Partai Komunis pada 1937 saat masih muda dan sempat menjadi sekretaris pribadi bagi Zhou Enlai, yang kemudian menjadi perdana menteri pertama China setelah berdirinya negara tersebut pada 1949.
Sebagai perencana ekonomi dan kepala urusan kader partai, Song merupakan figur penting dalam generasi kedua kepemimpinan China, ketika Deng Xiaoping mendorong reformasi besar yang mengubah arah pembangunan negara setelah era kepemimpinan Mao Zedong berakhir pada 1976.
Song mencapai puncak kekuasaan ketika masuk ke Komite Tetap Politbiro pada Juni 1989, setelah pemerintah China melakukan tindakan keras terhadap demonstrasi pro-demokrasi di sekitar Tiananmen Square, Beijing.
Baca Juga: Ukraina Lelang Tiga Cadangan Titanium Usai Cabut Hak dari Pengusaha Firtash
Ia dipromosikan oleh Deng Xiaoping ke jajaran pimpinan tertinggi partai pada tahun yang sama, ketika Jiang Zemin mulai muncul sebagai pemimpin generasi ketiga China.
Pada dekade 1970-an, ketika menjabat sebagai kepala partai di provinsi Gansu, Song dikenal sebagai pendukung reformasi Deng di tengah perdebatan internal partai mengenai arah pembangunan China setelah wafatnya Mao.
Song juga dikenal luas sebagai tokoh yang membantu memperkenalkan Hu Jintao yang kemudian menjadi presiden China sebelum Xi Jinping kepada Deng Xiaoping.
Hu Jintao juga mengirimkan karangan bunga sebagai bentuk belasungkawa atas wafatnya Song, menurut laporan Xinhua.
Song pensiun dari Politbiro pada 1992 pada usia 75 tahun. Meski demikian, ia tetap dihormati dan aktif secara simbolis di lingkungan partai.
Pada 2022, saat berusia 105 tahun, ia masih terlihat hadir di panggung dalam sebuah pertemuan Partai Komunis bersama sejumlah pejabat senior yang telah pensiun.













