kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Kebijakan Baru Ekspor Indonesia Tekan Harga Nikel Global


Kamis, 21 Mei 2026 / 16:39 WIB
Kebijakan Baru Ekspor Indonesia Tekan Harga Nikel Global
ILUSTRASI. Pertambangan nikel PT PAM Mineral Tbk (NICL). (Dok/NICL)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga nikel melemah pada perdagangan Kamis (21/5/2026) seiring pelaku pasar mencermati pasokan global logam tersebut dan kebijakan baru Indonesia yang akan menempatkan ekspor sejumlah produk nikel di bawah kendali negara.

Mengutip Reuters, kontrak nikel tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 1,39% menjadi US$ 18.665 per ton pada pukul 08.00 GMT.

Sementara itu, kontrak nikel paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup melemah 1,23% ke level 142.770 yuan atau sekitar US$ 20.986 per ton.

Baca Juga: IHSG Anjlok 3,54% ke 6.094 pada Kamis (21/5/2026), MEDC, DEWA, BRPT Top Losers LQ45

Koreksi harga terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (20/5) mengumumkan rencana pemerintah untuk menempatkan ekspor sejumlah komoditas strategis di bawah kendali negara.

Rincian kebijakan tersebut kemudian dijelaskan pejabat Kementerian Perdagangan dan Chief Executive Officer Danantara pada Kamis.

Dalam kebijakan baru itu, unit usaha dari Danantara akan menjadi eksportir tunggal untuk komoditas minyak sawit, batu bara, dan ferroalloy mulai 1 September 2026.

Produk ferronikel yang kode HS-nya juga mencakup nickel pig iron (NPI) akan berada di bawah pengawasan badan ekspor negara tersebut. Ferronikel merupakan bahan baku utama stainless steel dan menyumbang sebagian besar produksi nikel Indonesia.

Baca Juga: Kinerja TAPG Tertekan Cuaca dan Produksi, Cek Rekomendasi Sahamnya

Pelaku pasar juga mencatat stok nikel di SHFE terus meningkat dan kini berada pada level tertinggi sejak Mei 2017. Persediaan nikel di gudang LME juga kembali naik hingga Selasa lalu.

Meski demikian, implementasi kebijakan baru pemerintah Indonesia masih menjadi perhatian investor.

Sebagian pelaku pasar meragukan efektivitas skema eksportir tunggal, terutama terkait kemampuan satu perusahaan menangani ekspor ke banyak pembeli hilir di seluruh dunia.

Di sisi lain, penguatan dolar Amerika Serikat dan kenaikan harga minyak turut menekan sentimen logam industri.

Hal itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington bersedia menunggu tercapainya kesepakatan damai yang tepat dengan Iran dalam tahap akhir negosiasi.

Tekanan tersebut juga menyeret harga logam industri lainnya, terutama tembaga.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,07% ke Rp 17.667 per Dolar AS pada Kamis (21/5/2026)

Harga tembaga acuan di London turun 1,21% menjadi US$ 13.490 per ton. Sedangkan kontrak tembaga paling aktif di SHFE masih ditutup naik 0,38% ke level 103.940 yuan per ton setelah sempat melonjak hampir 2% pada awal perdagangan.

Di pasar LME lainnya, harga aluminium turun 0,28%, seng melemah 0,75%, dan timah turun 1,93%, sementara timbal naik tipis 0,08%.

Sementara di SHFE, aluminium turun 0,49%, sedangkan seng naik 0,98%, timbal bertambah 1,07%, dan timah menguat 1,81%.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×