Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - BERLIN. Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyatakan kekhawatiran Eropa atas perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran, dengan menekankan adanya eskalasi berbahaya dan tidak ada rencana bersama untuk mengakhiri konflik secara cepat.
“Kami tidak tertarik pada perang tanpa akhir. Kami tidak ingin integritas wilayah, kedaulatan, atau kelangsungan ekonomi Iran hancur,” tegas Merz dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis, di Berlin.
Komentar Merz muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyebut perang bisa berakhir segera, namun tetap membuka kemungkinan eskalasi serangan jika Iran menghalangi lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz.
Baca Juga: Turki: Sistem Patriot AS Dikerahkan untuk Perkuat Pertahanan Udara Saat Perang Iran
Merz menegaskan Jerman memang mendukung beberapa tujuan operasi AS dan Israel, termasuk serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, namun setiap hari muncul pertanyaan baru seiring tanda-tanda eskalasi yang meningkat.
Merz menambahkan, dunia membutuhkan Iran yang stabil dan berfungsi sebagai bagian dari keamanan regional, agar Israel dan negara lain tidak terancam.
Ia juga memperingatkan potensi dampak ekonomi dan keamanan jika konflik berkepanjangan, termasuk gangguan pasokan energi global dan risiko krisis migrasi.
Baca Juga: Perang Iran vs AS-Israel Rugikan Aktivitas Perusahaan Keuangan di Timur Tengah
“Skenario seperti yang kita lihat di Libya, Irak, atau negara lain di kawasan juga akan merugikan kita semua,” ujarnya.













