kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Harga Emas Melonjak 1% Ditopang Redanya Kekhawatiran Inflasi dan Pelemahan Dolar AS


Selasa, 10 Maret 2026 / 19:03 WIB
Harga Emas Melonjak 1% Ditopang Redanya Kekhawatiran Inflasi dan Pelemahan Dolar AS
ILUSTRASI. Batangan emas berbagai nilai disimpan di ruang penyimpanan aman di Munich, Jerman, 28 Januari 2026. (REUTERS/Angelika Warmuth)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas menguat sekitar 1% pada perdagangan Selasa (10/3/2026), seiring meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak turun usai pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa perang di Timur Tengah bisa segera berakhir. 

Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah juga mendukung kenaikan logam mulia ini.

"Pemulihan pasar saham memberi ruang bagi emas karena margin requirement lebih ringan, sementara dolar AS yang lebih lemah dan imbal hasil Treasury yang menurun jelas positif bagi pasar emas," kata Ricardo Evangelista, analis dari ActivTrades.

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Mencatat Penurunan Mingguan, Dipicu Penguatan Dolar AS

Harga emas Spot naik 0,8% ke level US$ 5.178,60 per ounce pada sesi perdagangan tengah hari Eropa, setelah sebelumnya sempat melonjak lebih dari 1%. Kontrak emas AS untuk pengiriman April naik 1,7% ke US$ 5.188,60 per ounce.

Harga perak juga mengikuti tren positif, naik 1,5% ke level US$ 88,31 per ounce, tertinggi dalam sepekan. Platinum menguat 0,8% menjadi US$ 2.199,60, sementara palladium turun tipis 0,3% ke US$ 1.685,09 per ounce.

Pelemahan dolar AS sebesar 0,6% membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi investor luar negeri. Sementara itu, imbal hasil Treasury 10 tahun menurun, menurunkan biaya memegang logam mulia.

Sentimen pasar juga didorong oleh turunnya harga minyak lebih dari 7% setelah pernyataan Trump, yang meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global. 

Namun, ketegangan tetap tinggi, dengan Iran menegaskan akan menahan ekspor minyak jika serangan AS dan Israel berlanjut. 

Baca Juga: Harga Emas Terjungkal, Ini 4 Faktor Pemicunya

Perang ini menutup Selat Hormuz yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia, memaksa produksi berhenti sementara penyimpanan penuh.

Investor kini menantikan data inflasi AS, termasuk Consumer Price Index Februari yang dirilis Rabu, dan Personal Consumption Expenditures (PCE) indeks pada Jumat, sebagai indikator penting bagi kebijakan The Fed mendatang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×