kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Pasar Tenaga Kerja AS Tetap Solid, The Fed Diperkirakan Belum Turunkan Suku Bunga


Jumat, 05 Juni 2026 / 21:22 WIB
Pasar Tenaga Kerja AS Tetap Solid, The Fed Diperkirakan Belum Turunkan Suku Bunga
ILUSTRASI. Pasar Tenaga Kerja AS (REUTERS/Brian Snyder)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan ketahanan pada Mei 2026.

Jumlah lapangan kerja yang tercipta melampaui ekspektasi pasar, sementara tingkat pengangguran tetap stabil, memberikan ruang bagi bank sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang masih tinggi.

Baca Juga: WTO: Pertumbuhan Perdagangan Barang Global Mulai Melambat pada 2026

Melansir Reuters berdasarkan laporan ketenagakerjaan yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (5/6/2026), nonfarm payrolls atau jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian bertambah 172.000 pekerjaan pada Mei 2026.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan ekonom yang disurvei Reuters yang memperkirakan penambahan hanya 85.000 pekerjaan.

Selain itu, data April juga direvisi naik menjadi 179.000 pekerjaan dari sebelumnya 115.000 pekerjaan.

Dengan capaian tersebut, pasar tenaga kerja AS menunjukkan pemulihan yang semakin kuat setelah sempat melambat pada tahun lalu.

Tingkat pengangguran AS tercatat tetap berada di level 4,3% pada Mei, tidak berubah selama tiga bulan berturut-turut.

Kondisi ini mencerminkan bahwa perusahaan-perusahaan di AS masih menahan laju pemutusan hubungan kerja (PHK), meskipun perekrutan tenaga kerja baru belum meningkat secara agresif.

Baca Juga: Iran Peringatkan Israel Keluar dari Lebanon, Negosiasi Damai Terancam Mandek

Para ekonom menilai ketidakpastian yang sebelumnya dipicu kebijakan tarif Presiden Donald Trump dan kini diperburuk oleh konflik antara AS, Israel, dan Iran membuat pelaku usaha tetap berhati-hati dalam melakukan ekspansi tenaga kerja.

Meski demikian, hingga saat ini belum terlihat dampak signifikan konflik Timur Tengah terhadap pasar tenaga kerja AS, meskipun perang telah memicu lonjakan harga minyak dan mengganggu arus perdagangan melalui Selat Hormuz.

Sejumlah ekonom juga menilai stimulus fiskal dalam bentuk pengembalian pajak dan tarif telah membantu meningkatkan profitabilitas perusahaan sehingga perusahaan mampu mempertahankan jumlah tenaga kerja.

Data menunjukkan laba korporasi AS meningkat US$ 40,4 miliar pada kuartal I 2026 dan terus mencatat tren kenaikan sejak kuartal II 2025.

Baca Juga: Bangkrut, Ribuan Karyawan Spirit Airlines Kena PHK Massal

Meski pasar tenaga kerja masih solid, sejumlah pengamat menggambarkan kondisi saat ini sebagai fase slow-hire, slow-fire, yakni perekrutan yang berjalan lambat tetapi juga minim PHK.

Data ketenagakerjaan yang kuat tersebut berpotensi memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed belum memiliki urgensi untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Saat ini pasar keuangan memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%-3,75% hingga 2027.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×