Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Wakil Ketua Federal Reserve Philip Jefferson mengatakan bahwa fokus untuk mengembalikan inflasi ke target 2% bank sentral adalah hal yang tepat mengingat pasar tenaga kerja AS sudah sangat tangguh terhadap guncangan energi saat ini.
“Ketika saya memikirkan keputusan kebijakan saya dari pertemuan ke pertemuan, saya benar-benar fokus pada stabilitas harga, tetapi berdasarkan mandat saya juga perlu mengingat apa yang terjadi di pasar tenaga kerja,” kata Jefferson selama sesi tanya jawab setelah pidato di konferensi yang diselenggarakan oleh BOJ dan lembaga think thanknya di Tokyo sepert dilansir Reuters, Kamis (28/5/2026).
“Pasar tenaga kerja AS sangat tangguh terhadap guncangan saat ini. Mengingat ketahanan tersebut, tampaknya tepat jika fokusnya adalah mengembalikan inflasi ke 2%,” katanya.
Baca Juga: Harga Emas Turun ke Level Terendah 2 Bulan, Konflik AS-Iran Picu Kekhawatiran Inflasi
Komentar Jefferson adalah yang pertama sejak pelantikan Kevin Warsh sebagai ketua Fed yang baru pada Jumat lalu.
Jefferson mengatakan sulit untuk mengatakan kebijakan suku bunga Fed secara pasti dari waktu ke waktu mengingat ketidakpastian mengenai besarnya dan lamanya guncangan energi akibat perang.
"Yang diperhatikan oleh semua segmen masyarakat adalah kenaikan harga energi dan khususnya bensin. Kami peka terhadap bagaimana hal itu berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari," katanya.
Namun tantangan bagi perekonomian AS adalah, selain dampak dari guncangan energi, perluasan investasi AI mendorong pertumbuhan, katanya.
"Guncangan energi merupakan hambatan bagi pertumbuhan, tetapi kita masih mengalami pertumbuhan selama episode ini," kata Jefferson.
"Dalam hal komunikasi kebijakan moneter, penekanannya adalah pada pemantauan efek putaran kedua yang terkait dengan guncangan pasokan dan lonjakan permintaan investasi."
Baca Juga: Tiga Kapal Minyak dan LNG Tinggalkan Selat Hormuz dengan Transponder Dimatikan
Dalam pidato yang telah disiapkan untuk konferensi tersebut, ia mengatakan bahwa kebijakan moneter saat ini berada pada tempat yang tepat di tengah risiko kenaikan inflasi yang berkelanjutan.
"Saya belum menilai terlebih dahulu pertemuan berikutnya dan berharap dapat berdiskusi dengan kolega saya tentang kebijakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan mandat ganda kita dengan sebaik-baiknya," katanya tentang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal berikutnya pada tanggal 16-17 Juni.













