kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.754.000   -31.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.923   100,00   0,56%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Tiga Kapal Minyak dan LNG Tinggalkan Selat Hormuz dengan Transponder Dimatikan


Kamis, 28 Mei 2026 / 10:02 WIB
Tiga Kapal Minyak dan LNG Tinggalkan Selat Hormuz dengan Transponder Dimatikan
ILUSTRASI. OMAN-IRAN-US-ISRAEL-WAR-HORMUZ (AFP/AFP)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Dua kapal supertanker minyak dan satu kapal pengangkut gas alam cair (LNG) diketahui keluar dari Selat Hormuz pekan ini dengan transponder dimatikan, di tengah masih tingginya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk.

Berdasarkan data pelayaran dari LSEG dan Kpler pada Kamis (28/5/2026), kapal-kapal tersebut kini bergerak menuju India dan China.

Baca Juga: Pejabat The Fed Peringatkan Euforia AI Bisa Picu Inflasi Lebih Tinggi

Ketiga kapal itu bergabung dengan sejumlah tanker lain yang mulai meninggalkan kawasan Teluk bulan ini, meskipun lalu lintas minyak dan LNG secara keseluruhan masih sangat terbatas akibat konflik di kawasan.

Kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) Eagle Veracruz yang mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah dari Arab Saudi dilaporkan menuju pelabuhan Quanzhou di Provinsi Fujian, China tenggara.

Kapal tersebut diperkirakan tiba pada 16 Juni di pelabuhan yang menjadi lokasi kilang milik Sinochem.

Namun hingga kini, perusahaan pengelola kapal AET Tankers maupun Sinochem belum memberikan tanggapan resmi.

Baca Juga: AS Kembali Serang Iran, Trump Bantah Ada Kesepakatan Selat Hormuz

Supertanker lainnya, Nissos Keros, membawa sekitar 1,8 juta barel minyak mentah Das dari Uni Emirat Arab dan diperkirakan tiba di pelabuhan Visakhapatnam, India, pada 3 Juni.

Pelabuhan tersebut menjadi lokasi kilang milik Hindustan Petroleum.

Vitol sebagai penyewa kapal dan Kylades Maritime selaku pengelola tanker juga belum memberikan komentar.

Data Kpler menunjukkan kedua supertanker tersebut keluar dari Selat Hormuz pada Selasa lalu.

Sementara pada Rabu, kapal berbendera China Hua Lin Wan yang dioperasikan grup pelayaran COSCO juga keluar dari selat tersebut.

Kapal itu membawa muatan naphtha dari Kuwait dan diperkirakan tiba di pelabuhan Huizhou, Provinsi Guangdong, China selatan, pada 12 Juni.

Secara terpisah, kapal LNG Umm Al Ashtan sebelumnya terakhir terdeteksi dalam kondisi kosong di lepas pantai Uni Emirat Arab pada 1 Mei.

Kapal itu kembali muncul dalam data pelacakan pada 27 Mei setelah memuat LNG dari Das Island dan kini berada di lepas pantai Oman dengan arah pelayaran menuju India.

Baca Juga: Trump Pertimbangkan Suntikan Dana untuk Industri Drone Nasional

ADNOC yang tercatat sebagai pengelola kapal tersebut belum memberikan tanggapan resmi.

Perang antara AS dan Israel melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari telah mengganggu secara signifikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Jalur strategis tersebut sebelumnya menjadi rute sekitar seperlima perdagangan minyak dan LNG dunia.

Sebelum konflik pecah, lalu lintas kapal di Selat Hormuz mencapai rata-rata 125 hingga 140 kapal per hari. Namun kini aktivitas pelayaran menurun drastis.

Sekitar 20.000 pelaut juga dilaporkan masih terjebak di ratusan kapal yang tertahan di kawasan Teluk akibat situasi keamanan yang belum stabil.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×