kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Perlombaan Bangun Pusat Data AI Kian Memanas di China


Kamis, 06 Agustus 2026 / 16:40 WIB
Perlombaan Bangun Pusat Data AI Kian Memanas di China
ILUSTRASI. Bendera China (KONTAN/Fenie Chintya)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Perlombaan membangun pusat data (data center) untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin memanas di China. Meningkatnya kebutuhan komputasi AI mendorong perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari operator telekomunikasi, pengembang pusat data, perusahaan teknologi, hingga perusahaan energi, berlomba memperluas kapasitas pusat data.

Menurut BloombergNEF, selama ini bisnis pusat data AI di China didominasi oleh operator telekomunikasi, pengembang pusat data, serta raksasa teknologi seperti Tencent Holdings, Alibaba Group Holding, dan China United Network Communications. Namun, prospek pertumbuhan industri tersebut mulai menarik pemain baru dari luar sektor teknologi untuk ikut berekspansi.

Melansir Bloomberg (6/8), salah satunya adalah Envision Group. Perusahaan energi terbarukan asal China itu telah mengoperasikan tahap awal proyek Galaxy Campus di Ulanqab, Inner Mongolia. Tahap pertama proyek tersebut memiliki kapasitas 120 megawatt (MW) dan telah dialokasikan kepada dua perusahaan teknologi di China.

Envision menargetkan kapasitas Galaxy Campus meningkat secara bertahap hingga mencapai 2 gigawatt (GW). Jika terealisasi, fasilitas tersebut akan menjadi salah satu pusat data AI terbesar di China.

Baca Juga: Nvidia Gencar Ekspansi Data Center, Bakal Beli Saham Baru Naver Korea Selatan

Persaingan pembangunan pusat data AI di China diperkirakan masih akan terus berlanjut. Selain Envision, perusahaan AI DeepSeek juga dikabarkan tengah membangun pusat data berkapasitas 1 GW di Ulanqab. Sementara itu, Z.AI juga mengembangkan proyek serupa dengan kapasitas 1 GW yang akan menggunakan cip buatan dalam negeri.

Ulanqab menjadi salah satu lokasi favorit untuk pengembangan pusat data karena memiliki sumber energi angin yang melimpah serta suhu udara yang relatif dingin. Kondisi tersebut membantu menekan konsumsi energi untuk mendinginkan server AI yang membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar.

Envision mengandalkan portofolio bisnis energi terbarukannya sebagai keunggulan. Perusahaan menyebut sekitar 80% kebutuhan listrik Galaxy Campus akan dipasok dari pembangkit listrik tenaga angin miliknya melalui jaringan transmisi khusus. Sebagai cadangan, perusahaan akan menggunakan sistem penyimpanan energi berbasis baterai, menggantikan penggunaan generator diesel yang selama ini umum digunakan di pusat data konvensional.

Proyek Galaxy menjadi bagian dari target Envision membangun kapasitas pusat data AI global hingga 5 GW pada 2030. Dalam model bisnisnya, Envision hanya menyediakan infrastruktur dan pasokan energi, sementara perusahaan teknologi akan menyewa fasilitas tersebut dan memasang sendiri klaster chip AI untuk menjalankan layanan komputasi mereka.

Baca Juga: New York Jadi Negara Bagian Pertama di AS yang Hentikan Pembangunan Pusat Data Baru


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×