Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Meta Platforms mengatakan pada Selasa bahwa perusahaan telah memulai pembangunan pusat data baru di Tulsa, Oklahoma, sebuah proyek bernilai lebih dari US$ 1 miliar atau setara dengan Rp 17,1 triliun (kurs Rp 17.100), seiring induk Facebook itu berpacu membangun infrastruktur AI guna mengamankan kapasitas komputasi.
Seperti perusahaan teknologi besar lainnya, Meta terlibat dalam persaingan yang makin ketat untuk membangun pusat data berskala besar guna mendukung ambisi “superintelligence” mereka, meski kelompok lingkungan dan konsumen semakin menolak ekspansi yang boros energi.
Melansir Reuters, berikut rinciannya:
- Perusahaan mengatakan pusat data Tulsa diperkirakan akan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja konstruksi pada puncak proyek, serta sekitar 100 pekerjaan operasional setelah selesai.
- Ini akan menjadi pusat data pertama Meta di Oklahoma dan akan berlokasi di Fair Oaks Innovation Park, dengan luas lebih dari 2 juta kaki persegi, menurut perusahaan.
- Meta mengatakan akan membayar penuh biaya layanan air dan pengolahan limbah (wastewater) yang diperlukan untuk mendukung lokasi pusat data tersebut.
Baca Juga: Tinjauan Eksternal Gates Foundation: Ada Apa di Balik Epstein?
- “Kami memproduksi lebih banyak energi daripada yang kami konsumsi di Oklahoma, sehingga memberikan perusahaan seperti Meta pasokan listrik yang andal dan terjangkau untuk tumbuh dan berinovasi,” kata Gubernur Kevin Stitt.
- Fortis Construction menjadi kontraktor utama proyek tersebut.
- Meta mengatakan pusat data Tulsa ini menjadi fasilitas ke-28 di Amerika Serikat dan ke-32 di seluruh dunia.
- Pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa Meta berencana melakukan gelombang pertama pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran tahun ini pada 20 Mei, dengan gelombang lanjutan setelahnya.
Tonton: RI Bidik Impor Plastik Dari Malaysia Dampak Krisis Global?
- CEO Mark Zuckerberg sedang menggelontorkan ratusan miliar dolar ke AI, seiring upayanya untuk merombak cara kerja internal perusahaan secara drastis dengan teknologi tersebut.












