kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.938   -9,00   -0,05%
  • IDX 6.341   -10,60   -0,17%
  • KOMPAS100 833   -1,90   -0,23%
  • LQ45 632   -1,89   -0,30%
  • ISSI 219   -0,65   -0,29%
  • IDX30 355   -0,83   -0,23%
  • IDXHIDIV20 435   -0,18   -0,04%
  • IDX80 95   -0,24   -0,25%
  • IDXV30 120   -0,36   -0,30%
  • IDXQ30 113   -0,17   -0,15%

Saham Emiten Asuransi Hong Kong Anjlok Imbas Rencana China Pajaki Asuransi Asing


Kamis, 06 Agustus 2026 / 13:53 WIB
Saham Emiten Asuransi Hong Kong Anjlok Imbas Rencana China Pajaki Asuransi Asing
ILUSTRASI. Saham perusahaan asuransi besar yang terdaftar di bursa Hong Kong, dipimpin oleh Prudential dan AIA Group, turun tajam pada hari Kamis (6/8/2026).(REUTERS/Joyce Zhou)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Saham perusahaan asuransi besar yang terdaftar di bursa Hong Kong, dipimpin oleh Prudential dan AIA Group, turun tajam pada hari Kamis (6/8/2026) setelah Caixin melaporkan bahwa otoritas pajak China daratan mulai mengenakan pajak atas pendapatan polis asuransi yang diperoleh dari luar negeri.

Mengutip Reuters, Kamis (6/8/2026), Otoritas Beijing dan Hangzhou telah mulai menerapkan tarif pajak penghasilan pribadi sebesar 20% atas imbal hasil dari polis asuransi Hong Kong, termasuk pembayaran dividen dan bunga yang diperoleh dari premi yang telah dibayarkan di muka, demikian dilaporkan oleh publikasi otoritas tersebut.

Langkah ini dipandang oleh para analis sebagai potensi pengetatan pengawasan China terhadap investasi luar negeri.

Baca Juga: Kilang Minyak Korea Selatan dan Jepang Membeli Minyak Mentah dari AS

Kementerian Keuangan China dan Administrasi Regulasi Keuangan Nasional belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Perusahaan-perusahaan asuransi yang berbasis di luar negeri tersebut memperoleh sebagian besar bisnis mereka dari nasabah di daratan China, dan berita mengenai pajak ini memicu kekhawatiran bahwa penjualan polis asuransi serta produk keuangan lainnya dapat melambat.

AIA menolak berkomentar. Prudential, HSBC, Standard Chartered, perusahaan asuransi yang berbasis di Hong Kong FWD Group, serta China Life Insurance tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dikirimkan melalui email.

Saham AIA merosot 8,2%, Prudential turun lebih dari 5% menyusul penurunan 13% pada sahamnya yang terdaftar di bursa Inggris, dan FWD turun 4,5%; hal ini menyeret Indeks Hang Seng Hong Kong turun lebih dari 2% pada awal perdagangan hari Kamis. 

Produk asuransi Hong Kong telah lama menjadi sarana bagi investor China untuk membeli aset di luar negeri; polis-polis ini menawarkan perlindungan yang lebih baik dibandingkan produk di daratan China, sementara produk tabungan dan investasi terkait umumnya berdenominasi dolar. 
Penurunan imbal hasil obligasi domestik telah menekan imbal hasil asuransi di pasar domestik (onshore), yang pada gilirannya semakin mendorong permintaan terhadap produk luar negeri (offshore) dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Krisis Migrasi Ancam Status Maroko sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2030

Saham China Life Insurance turun lebih dari 1% karena perusahaan ini memiliki bisnis luar negeri yang cukup besar dengan aset yang berbasis di Hong Kong.

Saham HSBC yang tercatat di bursa Hong Kong turun 2,2% dan Standard Chartered turun 1%; keduanya memiliki unit bisnis asuransi yang besar. 

Menurut data terbaru dari Otoritas Asuransi (Insurance Authority), HSBC Life menempati peringkat pertama di pasar asuransi jiwa Hong Kong untuk penjualan polis baru, dengan pangsa pasar sebesar 27% per akhir Maret.

Butuh Kejelasan Pajak

Otoritas China daratan telah meningkatkan pengawasan terhadap investasi luar negeri dalam beberapa bulan terakhir. 
Para analis menilai langkah ini dapat menghambat arus dana ke Hong Kong, yang merupakan tujuan investasi luar negeri favorit bagi individu asal China.

Para manajer kekayaan, perusahaan asuransi, dan bank di Hong Kong telah lama menikmati keuntungan dari arus modal tersebut. Menurut laporan Gavekal Dragonomics, total simpanan dari entitas daratan China telah meningkat sekitar 50% sejak tahun 2023 menjadi US$237 miliar.

Hong Kong merupakan penyumbang laba terbesar bagi Prudential. Dalam laporan kinerja tahunan bulan Maret, perusahaan mengaitkan pertumbuhan laba bisnis baru sebesar 12% di pusat keuangan tersebut dengan peningkatan penjualan, baik kepada nasabah domestik maupun pengunjung dari China daratan.

Baca Juga: World Bank Pekerjakan Lagi Sri Mulyani di IDA22, Ini Tugasnya

Meskipun para pemegang saham perusahaan asuransi merasa khawatir akan dampak pajak baru, para analis menilai hal tersebut tidak akan menjadi ancaman sebesar larangan total terhadap pembelian asuransi luar negeri.

Faktor-faktor utama yang mendorong permintaan asuransi Hong Kong—termasuk keinginan untuk diversifikasi aset ke luar negeri dan fleksibilitas mata uang—tetap terjaga, ungkap analis Citi dalam catatan untuk klien.

"Kami memandang aksi jual saat ini lebih didorong oleh kepanikan dan berlebihan," ujar mereka.

Analis Jefferies menyatakan bahwa perubahan aturan pajak dapat mengurangi daya tarik produk asuransi Hong Kong dibandingkan produk domestik, namun juga dapat meredakan kekhawatiran bahwa Beijing pada akhirnya akan melarang sepenuhnya penjualan asuransi luar negeri. 

Peningkatan pengawasan China terhadap investasi luar negeri dilakukan seiring dengan upayanya untuk memperkuat pasar modal dan perusahaan domestik.

Para analis Goldman Sach mengatakan, selama belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai rencana regulator untuk mengenakan pajak yang mencakup cakupan luas atas pendapatan asuransi, kemungkinan akan terjadi "tekanan bayang-bayang pada harga saham" (share price overhang) bagi perusahaan asuransi yang terdaftar di bursa.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×