kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Langgar aturan, Taiwan mengusir Alibaba


Selasa, 03 Maret 2015 / 16:19 WIB
Proyek data center EDGE2 yang dikembangkan PT Ekagrata Data Gemilang (EDGE DC), anak usaha penyedia layanan jaringan PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet di Jakarta.


Sumber: Bloomberg | Editor: Edy Can

TAIPEH. Jadi perusahaan hebat bukan berarti bisa mendapat privilege. Ini yang terjadi dengan Alibaba Group Holding Ltd.

Pemerintah Taiwan telah meminta Alibaba keluar dari negara tersebut paling lambat akhir Agustus tahun ini. "Kami meminta Alibaba keluar. Kami hanya ingin investor dari daratan China mematuhi peraturan kami," kata Pelaksana Tugas Sekretaris Eksekutif Komisi Investasi Kementerian Perindustrian Taiwan.

Pemerintah Taiwan menilai Alibaba telah melanggar peraturan investasi negara tersebut karena mendaftarkan diri sebagai perusahaan asal Singapura pada 2008 silam. Padahal, saat menawarkan saham perdana pada 2014 lalu, Alibaba ternyata mendeklarasikan diri sebagai perusahaan asal China.

Pemerintah Taiwan sendiri mengharuskan perusahaan China yang berinvestasi di negara tersebut harus mendapatkan lampu hijau dari badan investasi Taiwan. "Anak usaha Alibaba tersebut ternyata tidak mendapatkan izin dari kantor saya," kata Chang.

Seperti korporasi China pada umumnya, Alibaba bergantung pada induk usaha untuk beroperasi dan mengumpulkan dana di luar negeri dengan menggunakan identitas perusahaan yang terdaftar di Amerika Serikat.

Menanggapi permintaan pemerintah Taiwan itu, Alibaba akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. "Kami akan aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mengklarifikasi isu tersebut dan bila perlu akan mengambil langkah tertentu untuk melindungi legitimasi Alibaba," kata perusahaan tersebut lewat surat elektronik.

Pemerintah Taiwan sendiri tidak bisa menjamin akan memberikan izin kepada Alibaba dalam waktu mendatang. Salah satu pilihannya adalah menjual anak usaha tersebut kepada investor lain.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×