kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.534   34,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lebih besar mana, manfaat atau risiko AstraZeneca? Ini jawaban WHO


Rabu, 07 April 2021 / 09:55 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan tidak ada alasan untuk mengubah penilaian mereka bahwa manfaat vaksin AstraZeneca terhadap Covid-19 lebih besar daripada risikonya.

Reuters memberitakan, Rogerio Gaspar, direktur regulasi dan prakualifikasi WHO mengatakan, saat ini WHO sedang mempelajari dengan cermat data terbaru bersama dengan regulator Eropa dan lainnya, sehubungan dengan laporan pembekuan darah yang dialami sejumlah orang yang telah divaksinasi.

Seorang pejabat senior di regulator obat-obatan Eropa mengatakan ada "hubungan" yang jelas antara vaksin Covid-19 AstraZeneca dan pembekuan darah yang sangat langka di otak. Meski demikian, penyebab langsung dari penggumpalan tersebut masih belum diketahui.

European Medical Agency (EMA) mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan peninjauan terhadap vaksin dan diharapkan untuk mengumumkan temuannya pada Rabu atau Kamis.

Baca Juga: Biden: Semua orang dewasa di Amerika memenuhi syarat untuk mendapat vaksin Covid-19

Gaspar mengatakan, WHO juga berharap bisa menghasilkan penilaian baru pada Rabu atau Kamis, setelah kelompok penasihat keamanan vaksinnya sendiri bertemu. Akan tetapi, dia tidak yakin akan ada alasan lain untuk mengubah rekomendasinya bahwa manfaat AstraZeneca lebih besar daripada risikonya.

"Apa yang dapat kami katakan adalah bahwa penilaian yang kami miliki saat ini - dan ini sedang dipertimbangkan oleh para ahli - adalah bahwa penilaian manfaat-risiko untuk vaksin sebagian besar masih positif," katanya dalam konferensi pers di Jenewa sepert yang dikutip Reuters.

Baca Juga: AS hentikan produksi vaksin AstraZeneca di pabrik Baltimore, ini penyebabnya

“Kami terus melihat sejumlah peristiwa yang merupakan peristiwa langka yang menghubungkan trombositopenia dengan peristiwa tromboemboli. Dan peristiwa langka tersebut sekarang dikategorikan dalam hal diagnostik, dalam hal populasi, dalam hal distribusi, dan dalam populasi,” katanya.

Gaspar menambahkan, WHO telah berhubungan dengan berbagai komite ahli nasional dan regional yang akan memutuskan status regulasi vaksin.

“Untuk saat ini tidak ada bukti bahwa penilaian manfaat-risiko untuk vaksin perlu diubah,” tambahnya.

Selanjutnya: Fauci: AS kemungkinan tidak membutuhkan vaksin Covid-19 dari AstraZeneca




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×