kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.578   -80,00   -0,45%
  • IDX 6.678   -8,44   -0,13%
  • KOMPAS100 875   -1,53   -0,17%
  • LQ45 663   -2,71   -0,41%
  • ISSI 233   -0,02   -0,01%
  • IDX30 369   -2,26   -0,61%
  • IDXHIDIV20 456   -3,00   -0,65%
  • IDX80 100   -0,35   -0,35%
  • IDXV30 127   -0,43   -0,34%
  • IDXQ30 118   -0,67   -0,57%

AS hentikan produksi vaksin AstraZeneca di pabrik Baltimore, ini penyebabnya


Minggu, 04 April 2021 / 09:08 WIB
ILUSTRASI. Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menghentikan operasional pabrik manufaktur di Baltimore yang merusak 15 juta dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson. Dalam laporannya, New York Times menyebut, penghentian produksi ini hanya dilakukan untuk vaksin AstraZeneca. 

Sabtu (3/4), berdasarkan laporan, penghentian tersebut terkait kecerobohan pabrik tersebut dalam mencampur bahan untuk vaksin yang akhirnya merusak sekitar 15 juta dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson. 

Pabrik yang dikelola perusahaan biofarmasi Emergent BioSolutions ini sebelumnya menjadi mitra untuk memproduksi vaksin Johnson & Johnson dan AstraZeneca. 

Badan Administrasi AS pun telah menetapkan Johnson & Johnson yang bertanggung jawab atas pabrik yang bermasalah itu. 

Baca Juga: Bangladesh, Kenya, Pakistan, dan Filipina masuk daftar merah Covid-19 di Inggris

Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS pun berniat menjadikan pabrik Emergent BioSolutions tersebut hanya dikhususkan untuk membuat vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson. Ini dimaksudkan untuk menghindari percampuran bahan baku di masa depan, menurut laporan tersebut, yang mengutip dua pejabat senior kesehatan federal.

Johnson & Johnson mengatakan pihaknya "memikul tanggung jawab penuh", mengkonfirmasikan perubahan tersebut, tambah laporan New York Times yang dikutip Reuters.

Selanjutnya: PBB: Masih ada ketidakadilan dalam distribusi vaksin Covid-19 secara global




TERBARU

[X]
×