kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lompatan ekspor China tertinggi dalam 18 bulan


Rabu, 13 April 2016 / 11:02 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BEIJING. Tingkat ekspor China mencatatkan lompatan tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Selain itu, penurunan impor juga semakin mengerucut.

Mengutip data yang dirilis pemerintah China, tingkat pengiriman barang ke luar naik 11,5% dalam mata uang dollar pada Maret dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sebagai perbandingan, pada Februari lalu, ekspor China anjlok 25% seiring tutupnya pabrik dan perkantoran karena perayaan Tahun Baru Imlek.

Sedangkan tingkat impor China mengalami penurunan ke level terendah dalam 17 bulan terakhir sebesar 7,6% pada Maret. Alhasil, China menorehkan penurunan surplus neraca perdagangan senilai US$ 29,9 miliar, terkecil dalam setahun terakhir.

Rebound ekspor China mengindikasikan perekonomian Negeri Panda itu saat ini jauh lebih baik dari yang diprediksi pada kuartal pertama. Diramal, pertumbuhan ekonomi China kuartal pertama akan mencapai 6,7%. Data ini sedianya akan dirilis Jumat (15/4) mendatang.

Iris Pang, ekonom China dari Natixis SA di Hong Kong bilang, kenaikan pada pengiriman barang luar negeri dari China menunjukkan lebih dari faktor musiman dan mengindikasikan adanya lonjakan permintaan.

"Data ini cukup menggembirakan. Meski demikian, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa yang terburuk sudah berlalu untuk eksportir China. Kita memerlukan lebih banyak bukti untuk mengonfirmasi seluruh sektor manufaktur sudah kembali ke jalurnya," papar Pang.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×