kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Lotte siapkan ekspansi US$ 44 miliar dalam lima tahun


Selasa, 23 Oktober 2018 / 19:15 WIB
Lotte siapkan ekspansi US$ 44 miliar dalam lima tahun
ILUSTRASI. Lotte Group Chairman Shin Dong-bin

Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Konglomerasi bisnis terbesar kelima di Korea Selatan, Lotte Group menyiapkan rencana ekspansi besar-besaran. Raksasa bisnis yang berdiri sejak 1948 ini bersiap untuk menanamkan investasi sebesar 50 triliun won atau setara US$ 44 miliar. Dana sebesar itu akan dipakai sampai lima tahun ke depan.

Pengumuman rencana ekspansi tersebut merupakan tanda-tanda Lotte Group untuk menunju kebangkitan setelah pengadilan Seoul menunda hukuman kepada pemimpin grup usaha tersebut terkait kasus penyuapan.


Seperti dilaporkan Bloomberg, Selasa (23/10) Lotte yang di tahun lalu memiliki aset sekitar US$ 100 miliar tersebut juga memiliki rencana untuk menambah jumlah tenaga kerja hingga mencapai 70.000 orang selama periode tersebut. Sebagian besar diantaranya disiapkan untuk mengisi tempat pada bisnis e-commerce ritel.

Pengumuman ini juga menjadi indikasi terbaru bahwa pemimpin Lotte, Shin Dong-bin akan menghidupkan kembali rencana yang sempat tertunda selama masa pemenjaraannya.

Di sisi lain rencana ekspansi Lotte juga makin mengindikasikan kesiapan perusahaan tersebut untuk melepaskan diri dari tekanan pasar di China. Pasalnya, Shin mesti mendekam di hotel prodeo selama delapan bulan saat Lotte sedang berjuang dengan boikot oleh konsumen di China.

Hal itu terlihat dari pernyataan Lotte untuk mendorong bisnis yang lebih besar di sejumlah pasar baru. Misalnya memperluas cakupan bisnis mereka di Indonesia dan Vietnam. Lotte juga memiliki rencana untuk memperluas fasilitas bisnis industri kimia di Korea Selatan, Indonesia, dan Amerika Serikat.

Namun, Lotte sama sekali tak menyebutkan rencana bisnis di China yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia.

Pada saat yang sama, mereka menyiapkan investasi besar untuk membangun infrastruktur ritel untuk mendorong bisnis secara online dari outlet-outlet tradisional seperti hypermarket dan toserba.

Tak cukup sampai di situ, Lotte Group itu juga mengatakan pihaknya merencanakan sejumlah aksi merger dan akuisisi di industri pariwisata dan jasa. Pernyataan ini menghidupkan isu terkait minat minat Lotte untuk masuk ke dalam bisnis perhotelan.

Langkah Lotte dalam mengumumkan rencana ekspansi jangka panjang ini, menurut Kepala riset Score Park Ju-gun, mengikuti sejumlah konglomerasi Korea Selatan lain. Tercatat Samsung Group dan Hyundai Motor Group lebih dahulu melakukan langkah serupa.

Ia menyebut hal ini sudah menjadi kebiasaan konglomerasi yang dimiliki keluarga alias Chaebol di negeri tersebut. "Ketika seorang anggota keluarga muncul dari sebuah skandal, perusahaan mengumumkan rencana investasi sebagai semacam isyarat," katanya.




TERBARU

[X]
×