kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45790,50   -3,71   -0.47%
  • EMAS1.007.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%

Lunasi utang, raksasa properti China cari dana Rp 16 triliun lewat penjualan saham


Rabu, 14 Oktober 2020 / 16:15 WIB
Lunasi utang, raksasa properti China cari dana Rp 16 triliun lewat penjualan saham
ILUSTRASI. China Evergrande Centre in Hong Kong, China. REUTERS/Bobby Yip

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Perusahaan raksasa properti China, Evergrande Group, tengah mencari pendanaan lewat penjualan saham sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun untuk melunasi utangnya.

Pengembang dengan utang terbesar di dunia ini berencana menjual 490 juta saham lewat mekanisme top-up placement dengan tawaran harga sekitar HK$ 16,5 -HK$ 17,2. Itu terdiskon 14,7% dari harga penutupan terakhir perdagangan saham Evergrande. 

Perusahaan, yang juga diharapkan memberi harga obligasi dalam yuan baru secepatnya, memiliki opsi untuk menjual 120 saham tambahan. 

Meskipun perusahaan miliarder Hui Ka Yan telah berhasil mencapai kesepakatan dengan investor sehingga bisa menunda pembayaran utang US$ 13 miliar, namun perusahaan ini masih terlibat dalam perebutan uang tunai dengan tujuan memulihkan kepercayaan investor terhadap keuangannya.

Baca Juga: China punya miliarder terbanyak di dunia, Jack Ma masih jadi pemimpinnya

Evergrande telah menurunkan harga rumah baru guna mendorong penjualan, mengejar rencana listing untuk managemen properti dan unit kendaraan listriknya, serta memanfaatkan pasar untuk mencari dana segar untuk membayar utangnya yang akan jatuh tempo.

Menurut Kerry Goh, Kepala Investasi Kamet Capital Partners, langkah placement seharusnya bisa membantu Evergrande. Namun, ia menilai US$ 1 miliar tidak cukup untuk dapat mengurangi utang perusahaan yang jumlahnya jumbo. "Itu hanya mengirimkan sinyal untuk mengulur waktu para kreditur untuk menyusun struktur permodalan melalui penjualan aset atau penggalangan dana," kata Goh dikutip Bloomberg, Rabu (14/10).

Top up Placement akan memungkinkan Evergrande mengumpulkan uang dengan cepat dari investor tanpa mengurangi saham pengendali Hui di perusahaan. Berita tentang rencana itu mendorong kenaikan harga obligasi offshore perusahaan, naik 8,9% untuk obligasi yang akan jatuh tempo 2021 menjadi 96,5 sen dolar, tertinggi sejak 23 September. 

Berdasarakan data yang dihimpun Bloomberg, total tumpukan utang Evergrande melebihi US$ 120 miliar, sekitar US$ 5,8 miliar di antaranya akan jatuh tempo dalam dua bulan ke depan. Saham pengembang ditutup pada HK $ 19,34 pada hari Senin, turun 31% dari level tertinggi 15 bulan yang dicapai pada awal Juli. Pasar di Hong Kong ditutup pada hari Selasa karena topan.

Tekanan ikuiditas Evergrande melonjak ke permukaan bulan lalu. Evergrande sedang berjuang melawan kekhawatiran yang muncul kembali tentang tumpukan utangnya sebesar US$120 miliar setelah laporan pekan lalu bahwa perusahaan itu memperingatkan pejabat China tentang potensi tekanan likuiditas dan gagal bayar.

Meskipun miliarder Hui Ka Yan menolak laporan tersebut karena menurutnya itu hanya rumor dan dokumen palsu, namun kecemasan kreditor begitu ekstrim pekan lalu sehingga beberapa bank China mengadakan pertemuan darurat untuk menilai eksposur mereka.

Baca Juga: China mengancam akan memangkas pembelian obligasi AS

Analis Bloomberg Intelligence Daniel Fan dan Carmen Lee menilai placement tersebut akan membantu Evergrande mendapatkan kembali kepercayaan dari kreditor dan meningkatkan saldo kasnya sebesar 5% dari level pada paruh pertama tahun ini menjadi mendekati 150 miliar yuan.

Namun, diskon pada penawaran Evergrande lebih besar daripada yang ditawarkan oleh pengembang saingan di penempatan saham lain tahun ini. Sunac China Holdings Ltd. menjual $ 1 miliar saham dengan diskon 8,25%, sementara China Vanke Co. menawarkan diskon yang lebih ketat lagi sebesar 4,8%.

Bank of America Corp, Credit Suisse Group AG, Huatai International Ltd dan UBS Group AG berperan sebagai joint bookrunner untuk placement  Evergrande tersebut.

Selanjutnya: Meneropong gurita bisnis konglomerasi China di tahun anjing tanah

 



TERBARU

[X]
×